Solsel, Javanusa—Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah (FK Unbrah) melaksanakan edukasi kesehatan bertema “Lawan Tuberkulosis (TB)” dalam rangka kegiatan University Social Responsibility (USR) IX Universitas Baiturrahmah.
Acara ini digelar di Puskesmas Sangir, Kabupaten Solok Selatan, pada 24 Agustus 2025 sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat.
Antusiasme warga tampak jelas ketika mengikuti penyuluhan yang dipimpin oleh dr. Ruhsyahadati, Sp.MK, yang menekankan pentingnya mengenali gejala TB sejak dini, seperti batuk lebih dari dua minggu, demam berkepanjangan, keringat malam, serta penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai cara penularan TB, yaitu melalui percikan dahak penderita saat batuk atau bersin. Karena itu, pencegahan menjadi sangat penting dengan langkah sederhana seperti menutup mulut saat batuk, tidak meludah sembarangan, menjaga ventilasi rumah, serta mendukung pengobatan pasien hingga tuntas.

Pesan utama dari penyuluhan ini adalah bahwa TB bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Dengan pengobatan yang tepat dan disiplin, TB dapat sembuh total.
Tidak hanya penyuluhan, tim pelaksana juga membagikan kuesioner untuk mendata tingkat pengetahuan masyarakat tentang TB. Hasil pengumpulan data ini diharapkan menjadi dasar bagi upaya kesehatan selanjutnya, baik untuk meningkatkan edukasi maupun mengevaluasi efektivitas program pencegahan.
Dengan kolaborasi tenaga medis, akademisi, dan masyarakat, semangat “Ayo Lawan TB” menjadi langkah konkret menuju Indonesia bebas TB.
Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan di tingkat puskesmas bukan sekadar membangun kesadaran, tetapi juga menumbuhkan kepedulian bersama. TB bisa dicegah, TB bisa diobati, dan bersama-sama, TB bisa dikalahkan. (*)






