BAB Cair pada Bayi Normal atau Diare? Kenali Perbedaannya agar Tidak Salah Mengira

Penulis -

Senin, 8 Juni 2026 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bayi. (Foto: Pexels)

Ilustrasi bayi. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Kondisi feses menjadi salah satu indikator penting yang dapat menggambarkan kesehatan bayi, terutama pada masa-masa awal kehidupan.

Karena itu, orang tua perlu memperhatikan frekuensi, warna, aroma, dan tekstur buang air besar (BAB) bayi untuk mengetahui apakah tumbuh kembangnya berjalan normal.

Banyak orang tua merasa khawatir ketika mendapati feses bayi tampak lebih cair dibandingkan orang dewasa. Namun, apakah kondisi tersebut selalu menandakan adanya gangguan pencernaan?

Dikutip dari laman Halodoc, pada bayi yang baru lahir, terutama yang mendapatkan ASI eksklusif, tekstur feses cenderung lebih cair, lembek, bahkan terkadang berbusa. Kondisi ini umumnya masih tergolong normal dan bukan merupakan tanda diare.

Menurut keterangan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi usia 0 hingga 2 bulan dapat buang air besar dengan frekuensi yang cukup sering, bahkan mencapai 10 kali sehari. Hal ini terjadi karena bayi memiliki refleks gastrokolik yang masih sangat aktif.

Refleks gastrokolik merupakan respons alami tubuh yang merangsang pergerakan usus setelah bayi menyusu. Akibatnya, bayi dapat BAB hampir setiap kali selesai mengonsumsi ASI.

Selain frekuensi yang tinggi, feses bayi yang mengonsumsi ASI biasanya berwarna kuning keemasan, bertekstur cair hingga lembek, dan memiliki aroma agak asam.

Mengapa Feses Bayi Bisa Cair?

Sistem pencernaan bayi yang baru lahir masih dalam tahap perkembangan sehingga belum bekerja seefisien orang dewasa. Salah satu penyebab feses tampak cair adalah proses pencernaan laktosa dalam ASI yang belum berlangsung sempurna.

Sebagian laktosa yang tidak tercerna akan masuk ke usus besar dan difermentasi oleh bakteri alami di saluran pencernaan. Proses inilah yang menyebabkan feses bayi menjadi lebih encer dan memiliki aroma asam yang khas.

Baca Juga :  5 Penyebab Sariawan yang Sering Tidak Disadari, Ketahui Cara Mengatasinya agar Cepat Sembuh

Selama bayi tetap aktif, menyusu dengan baik, serta mengalami kenaikan berat badan sesuai usia, kondisi BAB cair umumnya tidak perlu dikhawatirkan.

Kenali Perbedaan BAB Cair dan Diare pada Bayi

Meski BAB cair termasuk normal pada bayi baru lahir, orang tua tetap perlu waspada terhadap tanda-tanda diare. Pasalnya, diare yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan dehidrasi dan menimbulkan komplikasi kesehatan lainnya.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

    • Frekuensi BAB meningkat jauh lebih sering dibandingkan biasanya.
    • Feses menjadi jauh lebih encer dari kondisi normal bayi.
    • Bayi tampak lemas atau kurang aktif.
    • Nafsu menyusu menurun.
    • Muncul tanda-tanda dehidrasi seperti bibir kering atau jumlah urine berkurang.

Jika gejala tersebut muncul, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Perhatikan Warna Feses Bayi

Selain tekstur, warna feses juga dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi kesehatan bayi.

Pada umumnya, feses bayi baru lahir dapat berwarna hijau kehitaman (mekonium), hijau kecokelatan, hingga kuning keemasan. Warna-warna tersebut masih tergolong normal sesuai usia dan pola makan bayi.

Namun, orang tua perlu segera memeriksakan bayi ke dokter apabila feses berwarna merah, hitam pekat setelah masa mekonium berlalu, atau putih pucat. Warna-warna tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada saluran pencernaan maupun organ lainnya yang memerlukan evaluasi medis lebih lanjut.

Dengan memahami karakteristik BAB normal pada bayi, orang tua dapat lebih tenang sekaligus lebih sigap mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan yang membutuhkan perhatian dokter. (*/red)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Berita Terbaru

XLSMART membawa program Sisternet ke W20 USA 2026 untuk memperkuat keterampilan digital dan ekonomi perempuan Indonesia. (Foto: XLSMART)

Ekonomi Bisnis

XLSMART Bawa Solusi Pemberdayaan Perempuan Indonesia ke W20 USA 2026

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:21 WIB

Pemko Padang menargetkan 523 unit hunian tetap rampung pada 2027. Pembangunan tersebar di Balai Gadang, Sungkai, dan Kampung Lalang. (Foto: Pemko Padang)

Kota Padang

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:12 WIB