Padang, Javanusa—Banjir Dadok Tunggul Hitam Padang menyisakan dampak bagi warga. Pada Minggu (11/1/2026) pagi, masyarakat bersama relawan dan pemerintah setempat bergotong royong membersihkan lingkungan pascabanjir.
Wali Kota Padang Fadly Amran turun langsung ke Kelurahan Dadok Tunggul Hitam. Ia meninjau lokasi terdampak sekaligus berdialog dengan warga untuk menyerap aspirasi di lapangan.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan banjir sempat mencapai ketinggian sekitar 90 sentimeter. Air merendam rumah, merusak perabotan, serta barang elektronik milik warga.
Selain kerugian material, banjir juga berdampak pada ekonomi masyarakat. Petani dan peladang mengaku kehilangan mata pencaharian sementara akibat lahan yang terendam.
Lima Rumah Terdampak, Empat Rusak Berat
Menanggapi laporan warga, Fadly Amran memastikan pemerintah bergerak cepat melakukan pendataan. Data tersebut akan menjadi dasar pengusulan bantuan ke Kementerian Sosial.
“Pemerintah kota akan mengawal proses pendataan agar warga terdampak bisa memperoleh bantuan sesuai ketentuan,” ujar Fadly Amran.
Hingga saat ini, Pemko Padang telah memverifikasi lima rumah terdampak. Rinciannya, empat rumah mengalami rusak berat dan satu rumah rusak ringan.
Di kawasan tersebut, terdapat sekitar 800 kepala keluarga. Mereka tersebar di empat RT dalam satu kelurahan yang rawan terdampak banjir.
Akses Jalan dan Drainase Jadi Keluhan Utama
Warga juga mengeluhkan banjir yang kerap menggenangi jalan masuk ke permukiman. Kondisi terparah terjadi dari arah RW 10, yang menghambat mobilitas warga sehari-hari.
Masyarakat berharap adanya peninggian badan jalan dan perbaikan sistem drainase. Infrastruktur dinilai menjadi kunci utama mengurangi risiko banjir berulang.
Menjawab aspirasi tersebut, Fadly Amran menyebut penanganan infrastruktur telah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap sesuai prioritas anggaran.
“Kita akan sesuaikan dengan perencanaan dan kemampuan anggaran daerah, namun kebutuhan warga tetap menjadi perhatian,” kata Fadly.
Gotong Royong Jadi Modal Bangkit Pascabanjir
Di tengah keterbatasan, semangat kebersamaan warga tetap terjaga. Mereka bahu-membahu membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar rumah.
Namun, warga mengakui masih membutuhkan alat berat. Pendalaman drainase diperlukan agar aliran air kembali lancar dan tidak mudah tersumbat.
Kunjungan Wali Kota Padang ini menjadi simbol kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Sekaligus memperkuat semangat gotong royong untuk bangkit bersama menghadapi bencana. (*/red)






