Padang, Javanusa—Suasana belajar di Galeri Arsip Statis Kota Padang, Kamis (14/8/2025), tampak berbeda.
Puluhan siswa SDN 02 Cupak Tangah mengikuti kuis interaktif berbasis aplikasi, menjawab 20 pertanyaan sejarah melalui gawai pribadi. Mereka berlomba meraih skor tertinggi sambil menambah wawasan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Lestarikan Arsip Kenalkan Sejarah Masa Lalu Kota Padang (Laskar Muda) yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Padang.
Program ini mengajak pelajar SD dan SMP mengenal sejarah dengan cara kreatif, interaktif, dan menyenangkan.
Teknologi di Tengah Koleksi Bersejarah
Setibanya di galeri, siswa diajak tur edukasi mengenal koleksi arsip, mulai dari sejarah Kota Padang hingga profil para wali kota.
Setiap koleksi dilengkapi QR Code yang dapat dipindai melalui gawai. Informasi tambahan muncul seketika, menghadirkan pengalaman seperti memiliki pemandu pribadi.
Sejarah dalam Bentuk Animasi
Setelah tur, siswa menonton film animasi sejarah Kota Padang yang diproduksi tim arsip. Visual warna-warni dan alur cerita yang mengalir membuat materi sejarah terasa seperti tontonan favorit, bukan pelajaran formal.
Kumbara, salah satu siswa, mengaku senang dengan metode pembelajaran ini. “Sangat senang bisa belajar di sini. Ada penjelasan, pemahaman, dan di akhir ada game yang seru. Ingin datang lagi,” ujarnya.
Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Elvi, menyebut empat sekolah dasar dijadwalkan berkunjung setiap hari.
“Sasarannya siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Sampai akhir Desember 2025, kuota untuk SD sudah penuh,” jelasnya.
Saat ini, Galeri Arsip Statis Kota Padang menyimpan lebih dari 50 ribu arsip, 10 ribu foto, dan 235 kitab hukum Hindia Belanda.
“Program Laskar Muda membuktikan bahwa museum bukan sekadar tempat menyimpan benda lama. Dengan pendekatan modern, sejarah bisa dekat dengan dunia anak-anak masa kini,” pungkasnya. (*/red)






