Gowa, Javanusa—Belanja jemaah haji Indonesia mencapai sekitar Rp4 triliun. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah memanfaatkan potensi tersebut untuk memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas usaha.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan besarnya aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji. Sulawesi Selatan diperkirakan menyumbang sekitar 25 persen dari total belanja jemaah tersebut.
Irfan menyampaikan hal itu dalam rangkaian UMKM Expo Sulsel 2026 di Gowa, Sabtu (17/10/2026). Ia menilai kebutuhan jemaah haji dan umrah dapat membuka peluang bagi produk lokal untuk masuk ke pasar yang lebih luas.
“UMKM harus kita dorong agar bisa naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Potensi ekonomi haji ini perlu dimanfaatkan sehingga pelaku usaha daerah tidak hanya menjadi penonton,” ujar Irfan.
Belanja Jemaah Buka Peluang bagi UMKM
Besarnya belanja jemaah haji mencerminkan kebutuhan pasar yang beragam. Peluang usaha tidak hanya mencakup produk konsumsi, tetapi juga barang dan jasa pendukung perjalanan ibadah.
Untuk memanfaatkan peluang tersebut, pelaku UMKM perlu meningkatkan kualitas produk dan kapasitas produksi. Mereka juga perlu menjaga konsistensi pasokan agar mampu memenuhi permintaan pasar.
Sulawesi Selatan memiliki peluang untuk menghubungkan potensi produksi lokal dengan kebutuhan jemaah haji dan umrah. Langkah ini dapat memperluas akses pasar bagi pengusaha daerah sekaligus meningkatkan keterlibatan mereka dalam rantai pasok ekonomi haji.
Namun, besarnya potensi belanja belum otomatis menjamin peningkatan pendapatan UMKM. Pelaku usaha tetap membutuhkan kesiapan produksi, standar kualitas, serta akses pasar yang memadai.
Pemerintah Beri Subsidi Biaya Haji
Selain mendorong pengembangan ekonomi haji, pemerintah juga berupaya menjaga keterjangkauan biaya penyelenggaraan ibadah haji.
Irfan menyebut dukungan Presiden Prabowo Subianto melalui kebijakan subsidi pemerintah sebagai salah satu faktor yang mendukung penurunan biaya haji.
“Tahun ini biaya haji turun, dan untuk pertama kalinya pemerintah memberikan subsidi kepada jemaah sebesar 3,4 juta rupiah”, ujar Menhaj.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membantu jemaah menghadapi biaya perjalanan ibadah. Meski demikian, besaran subsidi dan penurunan biaya perlu dipahami sesuai dengan ketentuan penyelenggaraan haji yang berlaku.
UMKM Expo Sulsel 2026 Beri Hadiah Umrah
Rangkaian UMKM Expo Sulsel 2026 juga menghadirkan sejumlah hadiah bagi masyarakat. Panitia memberikan hadiah perjalanan umrah kepada dua guru ngaji.
Selain itu, pelajar Sulawesi Selatan yang terpilih menerima hadiah berupa sepeda dan uang tunai.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara yang mempertemukan pelaku usaha dan masyarakat. Di sisi lain, pengembangan ekonomi haji membutuhkan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
Potensi belanja jemaah senilai Rp4 triliun dapat menjadi peluang bagi UMKM daerah untuk memperkuat usaha dan menjangkau konsumen baru. Pemanfaatannya bergantung pada kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.
Dengan dukungan akses pasar dan peningkatan kapasitas produksi, UMKM daerah berpeluang mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok kebutuhan haji dan umrah. (*)






