Bencana Hidrometeorologi Pariaman: 55 Rumah Rusak, 800 Hektare Lahan Pertanian Terdampak

Penulis -

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Pariaman Yota Balad melaporkan dampak bencana hidrometeorologi kepada Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah secara daring, Senin (5/1/2026) malam. (Foto: Kominfo Pariaman)

Wali Kota Pariaman Yota Balad melaporkan dampak bencana hidrometeorologi kepada Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah secara daring, Senin (5/1/2026) malam. (Foto: Kominfo Pariaman)

Pariaman, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman melaporkan dampak bencana hidrometeorologi Pariaman kepada Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah. Laporan disampaikan secara daring dari Balai Kota Pariaman, Senin (5/1/2026) malam.

Laporan tersebut memuat kondisi kerusakan permukiman, lahan pertanian, serta ancaman abrasi sungai akibat cuaca ekstrem. Pemko Pariaman juga mengajukan permohonan penanganan darurat kepada Pemerintah Provinsi Sumbar.

Rapat daring ini diikuti jajaran Pemerintah Provinsi Sumbar, BPBD Provinsi, serta sejumlah daerah terdampak bencana. Dari Pemko Pariaman, rapat dihadiri langsung Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Forkopimda, kepala OPD terkait, dan BPBD Kota Pariaman.

Dalam paparannya, Wali Kota Yota Balad menjelaskan bencana hidrometeorologi menyebabkan banjir dan kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah Kota Pariaman.

Yota Balad menyebut total 55 rumah warga mengalami kerusakan akibat banjir. Dari jumlah tersebut, 10 rumah tercatat rusak berat dan membutuhkan penanganan segera.

“Total rumah yang mengalami kerusakan sebanyak 55 unit, dan 10 di antaranya dalam kondisi rusak berat,” kata Yota Balad dalam rapat tersebut.

Selain permukiman, bencana juga berdampak pada sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

800 Hektare Lahan Pertanian Terdampak

Pemko Pariaman mencatat sekitar 800 hektare lahan pertanian terdampak banjir dan luapan sungai. Kerusakan lahan ini berpotensi menurunkan produktivitas pertanian dalam waktu dekat.

“Lebih kurang 800 hektare lahan pertanian ikut terdampak,” ujar Yota Balad menambahkan.

Kondisi ini memperkuat urgensi penanganan terpadu agar kerugian tidak semakin meluas.

Sungai Batang Mangor Masuk Zona Merah

Pemko Pariaman juga melaporkan kondisi Sungai Batang Mangor yang saat ini berada di zona merah. Abrasi sungai tidak hanya mengancam lahan pertanian, tetapi juga ratusan permukiman warga di sepanjang bantaran sungai.

Baca Juga :  Dampingi Sestama BNPB Tinjau Lokasi Banjir di Kuranji, Wawako Maigus Nasir Harapkan Percepatan Penanganan Pascabencana

Yota Balad meminta dukungan Pemprov Sumbar untuk melakukan normalisasi Sungai Batang Mangor sepanjang 14 kilometer. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah bencana susulan.

“Kami berharap penanganan dari Pemprov Sumbar dapat segera dilakukan dan memohon arahan Bapak Gubernur terkait langkah pascabencana,” tegasnya.

Tingkatkan Kesiapsiagaan

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menekankan pentingnya kesiapsiagaan daerah menghadapi bencana hidrometeorologi. Ia mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Mahyeldi meminta pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta menyampaikan laporan secara berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai krusial untuk percepatan penanganan dan mitigasi bencana. (*/red)

Berita Terkait

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang
Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau
Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba
Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru