Beras hingga Ikan Patin RI Berpeluang Tembus Pasar Katering Haji

Penulis -

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menhaj RI, Mochammad Irfan Yusuf meninjau dua penyedia layanan konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah. (Foto: Kemenhaj)

Menhaj RI, Mochammad Irfan Yusuf meninjau dua penyedia layanan konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah. (Foto: Kemenhaj)

Madinah, Javanusa—Pemerintah Indonesia melalui Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochammad Irfan Yusuf, mendorong perluasan ekspor komoditas pangan nasional ke Arab Saudi. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan katering jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Peluang itu mengemuka saat Tim Amirul Hajj meninjau dua penyedia layanan konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah, yakni Meez Mary Catering dan Uhud Taiba for Catering.

Selain memastikan kualitas layanan konsumsi bagi jemaah, pemerintah juga meninjau peluang pemanfaatan komoditas pangan Indonesia dalam rantai pasok katering haji di Arab Saudi.

Komoditas Indonesia Berpeluang Masuk Pasar Katering Haji

Sejumlah komoditas nasional dinilai memiliki peluang besar menembus pasar katering haji Arab Saudi. Produk tersebut meliputi beras, kerupuk, santan, ikan patin, hingga berbagai bumbu masakan yang selama ini akrab dengan konsumsi jemaah Indonesia.

“Kita melihat ada banyak komoditas yang sebenarnya kita miliki. Seperti beras, kerupuk, santan, ikan patin, dan bumbu masakan yang selama ini menjadi bagian dari konsumsi jemaah,” ujar Menhaj saat berada di Uhud Taiba for Catering, Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, sebagian produk yang digunakan dapur katering di Arab Saudi berasal dari Indonesia. Namun, produk tersebut belum sepenuhnya tercatat sebagai komoditas nasional karena masuk melalui negara lain.

Menurutnya, santan dan ikan patin yang digunakan saat ini diduga berasal dari Indonesia. Akan tetapi, produk tersebut dipasarkan menggunakan merek negara lain atau masuk melalui jalur distribusi yang berbeda.

Tantangan Logistik dan Kondisi Geopolitik

Di sisi lain, Menhaj mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan ekspor pangan ke Arab Saudi. Tantangan terbesar berasal dari biaya logistik yang tinggi dan kondisi geopolitik kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  Dugaan Penipuan Badal Haji dan Dam Rp1,4 Miliar, Kemenhaj Bakal Tindak Tegas Oknum KBIHU

Pemerintah sebelumnya telah mengirim sejumlah komoditas, termasuk beras dan bumbu masakan, untuk mendukung kebutuhan katering haji. Namun, upaya tersebut belum berjalan optimal karena biaya transportasi yang tinggi serta situasi kawasan yang belum sepenuhnya stabil.

Meski demikian, Menhaj menilai pasar katering haji dan umrah memiliki potensi yang sangat besar. Setiap tahun, jutaan jemaah membutuhkan layanan konsumsi sehingga membuka peluang strategis bagi produk pangan Indonesia.

“Peluangnya sangat bagus. Kita punya semua komoditas itu. Tinggal bagaimana menyesuaikan standar dan aturan agar bisa masuk ke pasar Arab Saudi,” katanya.

Pemerintah Siapkan Penguatan Posisi Produk Nasional

Pemerintah juga membuka peluang memasukkan ketentuan penggunaan komoditas pangan Indonesia dalam kontrak penyediaan katering haji pada masa mendatang.

Langkah tersebut dinilai dapat memberikan kepastian pasar sekaligus memperkuat posisi produk nasional di sektor layanan konsumsi haji dan umrah.

“Dalam kontrak bisa saja diatur penggunaan beras atau bahan pangan dari Indonesia. Ini akan memperkuat posisi produk kita, meski saat ini belum bisa diterapkan sepenuhnya,” ujarnya.

Menhaj berharap stabilitas kawasan dan perbaikan rantai logistik global dapat membuka akses yang lebih luas bagi komoditas pangan Indonesia ke Arab Saudi. Ia juga menilai kondisi tersebut akan memperkuat peran pelaku usaha nasional dalam ekosistem penyelenggaraan haji dan umrah. (*/red)

Berita Terkait

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini
Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB