Pessel, Javanusa—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terus berinovasi dalam mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu upaya terbaru yang dilakukan adalah pemasangan Jaringan Komunikasi dan Data (Jarkomdat) di seluruh Unit Kerja Layanan (UKL) di semua kecamatan.
Kepala Dinas Dukcapil Pessel, Beriskhan mengatakan pemasangan jaringan Jarkomdat ini dilakukan oleh Tim Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data (PIAK PD) Dukcapil Pessel.
Hal ini bertujuan untuk memperlancar konektivitas antar layanan administrasi kependudukan di kecamatan dengan pusat data tingkat kabupaten hingga nasional.
“Dengan adanya jaringan Jarkomdat di kecamatan. Maka layanan seperti perekaman dan pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, dan dokumen kependudukan lainnya, dapat dilakukan lebih cepat dan terhubung langsung ke database kependudukan pusat,” ujar Beriskhan, Senin (13/10/2025).
Menurut Beriskhan, selama ini pelayanan administrasi kependudukan di kecamatan seringkali terhambat oleh keterbatasan jaringan dan konektivitas.
Akibatnya, proses perekaman dan pencetakan dokumen penting kerap memakan waktu lebih lama dari yang seharusnya.
Dia menambahkan bahwa penguatan infrastruktur digital ini menjadi salah satu prioritas Dinas Dukcapil dalam mewujudkan pelayanan publik yang efektif, efisien, dan terintegrasi.
“Jaringan ini akan langsung terhubung dengan data warehouse kependudukan nasional, sehingga data penduduk yang diakses oleh petugas di kecamatan selalu terkini dan valid,” jelasnya.
Selain mempercepat layanan, sambung Beriskhan, keberadaan jaringan Jarkomdat juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah, terutama dalam hal kecepatan, keakuratan, dan kehandalan sistem.
Dia juga menjelaskan upaya itu selaras dengan kebijakan transformasi digital di lingkungan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, yang menekankan pentingnya digitalisasi pelayanan publik hingga ke tingkat daerah.
Pemasangan jaringan ini dilakukan secara bertahap di setiap kecamatan. Tim teknis dari Dukcapil Pessel telah mulai melakukan peninjauan dan instalasi sejak awal Oktober 2025, dan ditargetkan seluruh UKL akan terhubung penuh sebelum akhir tahun.
Beriskhan menilai suksesnya program ini akan sangat bergantung pada komitmen dan kerja sama lintas sektor, termasuk peran aktif dari pemerintah kecamatan serta dukungan dari masyarakat.
“Layanan kependudukan adalah layanan dasar. Maka, peningkatan kualitas dan kecepatan layanan ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga komitmen bersama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warga,” jelasnya.
Beriskhan berharap, dengan infrastruktur jaringan yang lebih stabil dan koneksi yang langsung ke pusat, masyarakat tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor kabupaten hanya untuk mengurus dokumen administrasi sederhana.
“Ini bentuk nyata dari pelayanan publik yang mendekatkan diri ke masyarakat, bukan sebaliknya,” tutup Beriskhan. (yoniks)






