Barito Kuala, Javanusa—Program Sekolah Rakyat (SR) yang dijalankan pemerintah mulai memberikan dampak bagi keluarga kurang mampu di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Salah satu penerimanya adalah keluarga Megawati (43), orang tua siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 20 Banjarbaru.
Melalui program tersebut, keluarga Megawati menerima bantuan kewirausahaan berupa warung kelontong dan ternak ayam dari Sentra Budi Luhur Banjarbaru, unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Sosial. Bantuan diserahkan pada Senin (9/3/2026) untuk mendukung kemandirian ekonomi keluarga penerima.
Megawati tinggal bersama suaminya, Abdullah (50), dan sembilan anak mereka di Desa Bahalayung, Kecamatan Bakumpai, Barito Kuala.
Abdullah bekerja sebagai pencari ikan di pematang sawah dengan penghasilan sekitar Rp80 ribu per hari, yang sangat bergantung pada kondisi alam.
Menurut Megawati, penghasilan tersebut sering kali tidak mencukupi kebutuhan keluarga yang berjumlah 11 orang. Dalam beberapa kesempatan, keluarga mereka hanya mengonsumsi nasi dengan garam sebagai lauk.
Megawati sendiri juga bekerja sebagai buruh harian lepas membersihkan lahan sawah dengan upah sekitar Rp50 ribu per hari. Namun pekerjaan itu tidak tersedia setiap saat karena mengikuti musim tanam dan panen.
Keterbatasan ekonomi juga pernah membuat keluarga tersebut tidak dapat membeli pulsa listrik hingga rumah mereka tidak mendapatkan pasokan listrik selama tiga hari.
Melalui bantuan usaha kelontong yang diberikan, Megawati mulai menjalankan usaha kecil di rumahnya. Dalam beberapa hari pertama setelah menerima bantuan, ia mencatat pendapatan sekitar Rp400 ribu dari penjualan kebutuhan harian.
Pendapatan tersebut sebagian digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara sisanya diputar kembali sebagai modal usaha.
Selain usaha kelontong, keluarga Megawati juga menerima bantuan ternak ayam serta dukungan kebutuhan dasar dan nutrisi selama Ramadan.
Megawati mengatakan bantuan tersebut turut membantu keberlanjutan pendidikan anaknya, Kholemy Almu Dhatser (15), yang saat ini menempuh pendidikan di SRMP 20 Banjarbaru.
Sebelumnya, Kholemy sempat berhenti sekolah selama sekitar satu tahun karena keterbatasan biaya. Ia sempat bekerja serabutan, termasuk menjadi buruh angkut sawit, untuk membantu ekonomi keluarga.
Dengan mengikuti program Sekolah Rakyat, Kholemy kembali melanjutkan pendidikan. Program tersebut menyediakan akses pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memberikan dukungan sosial bagi keluarganya.
Bantuan kewirausahaan yang disalurkan Sentra Budi Luhur Banjarbaru menjadi bagian dari upaya Kementerian Sosial untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga siswa Sekolah Rakyat. (*/red)






