BGN Hentikan Operasional 4 SPPG MBG Secara Permanen

Penulis -

Rabu, 23 September 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Jakarta, Javanusa—Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan secara permanen operasional empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keputusan tersebut berlaku setelah BGN menemukan pelanggaran disiplin operasional dan persoalan pada pemenuhan standar keamanan pangan. Kepala BGN menetapkan pemberhentian itu melalui surat keputusan (SK).

Empat SPPG Diberhentikan Permanen

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) BGN, Ketut Sumedana mengatakan keputusan itu mempertimbangkan sejumlah aspek.

BGN melihat rekam kepatuhan, riwayat kejadian, serta kemampuan masing-masing SPPG memperbaiki sistem keamanan pangan secara fundamental.

Empat SPPG yang terkena pemberhentian permanen berada di empat wilayah berbeda. Keempat SPPG tersebut yakni:

    1. SPPG Karo Berastagi Sempajaya di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang dikelola Yayasan Manunggal Kartika Jaya dan melayani 2.997 penerima manfaat, diberhentikan operasionalnya secara permanen melalui SK Kepala BGN Nomor 63515 Tahun 2026.
    2. SPPG Blora Tunjungan Sukorejo 2 di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang dikelola Yayasan Tirto Mirah Asih dengan 2.614 penerima manfaat, diberhentikan operasionalnya secara permanen melalui SK Kepala BGN Nomor 63516 Tahun 2026.
    3. SPPG Bantul Jetis Patalan 2 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dikelola Yayasan Panji Satria Nusantara dengan 2.281 penerima manfaat, diberhentikan operasionalnya secara permanen melalui SK Kepala BGN Nomor 63517 Tahun 2026.
    4. SPPG Jayapura Depapre Waiya di Kabupaten Jayapura, Papua, yang dikelola Yayasan Kasih Iman Samuel Papua dengan 2.220 penerima manfaat, diberhentikan operasionalnya secara permanen melalui SK Kepala BGN Nomor 63519 Tahun 2026.
Layanan MBG Dialihkan ke SPPG Terdekat

Penghentian empat SPPG tersebut berdampak pada 10.112 penerima manfaat. BGN memastikan mereka tetap mendapatkan layanan Program MBG.

Layanan penerima manfaat akan dialihkan ke SPPG terdekat. SPPG pengganti harus memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan kapasitas pelayanan yang memadai.

Baca Juga :  Pastikan Hak Pilih, Bawaslu Gelar Rakor PDPTB Pemilu 2024

Langkah tersebut bertujuan menjaga keberlanjutan pemenuhan hak penerima manfaat selama proses pengalihan berlangsung.

BGN Tegaskan Keamanan Pangan Menjadi Prioritas

Ketut menjelaskan, pemberhentian permanen menjadi langkah terakhir setelah upaya perbaikan tidak menghasilkan perubahan yang memadai dalam batas waktu yang ditentukan.

“Pemberhentian operasional permanen merupakan langkah tegas terakhir yang kami ambil setelah SPPG bersangkutan tidak menunjukkan itikad perbaikan yang memadai dalam batas waktu yang ditetapkan, khususnya menyangkut riwayat kejadian fatal yang berdampak pada penerima manfaat,” kata Ketut, Rabu (23/9).

Ia menegaskan BGN menempatkan kesehatan dan keselamatan anak penerima manfaat sebagai prioritas dalam pelaksanaan Program MBG.

“Kami tidak akan berkompromi terhadap standar keamanan pangan,” tegasnya.

BGN dapat menjatuhkan sanksi pemberhentian permanen dalam beberapa kondisi. Salah satunya ketika SPPG mengalami insiden keamanan pangan lebih dari satu kali.

Sanksi serupa juga dapat berlaku jika SPPG telah menerima pemberhentian sementara lebih dari dua kali. Ketidakmampuan membuktikan perbaikan fundamental sistem keamanan pangan juga menjadi dasar pemberhentian.

Selain itu, SPPG dapat diberhentikan permanen apabila tidak memperoleh rekomendasi kelayakan dari instansi terkait.

Pengawasan Program MBG Diperkuat

Menurut Ketut, aspek keamanan pangan memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran operasional sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap Program MBG.

BGN juga memastikan penghentian empat SPPG tidak membuat penerima manfaat kehilangan hak atas program tersebut.

“Kami memastikan tidak ada penerima manfaat yang kehilangan haknya atas program MBG akibat pemberhentian operasional permanen ini,” ujar Ketut.

BGN akan mengawal proses pengalihan layanan ke SPPG lain. Pengawasan lapangan juga akan terus diperkuat untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi. (*)

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru