BGN Prioritaskan Beras Lokal untuk Program MBG, Bulog Disiapkan Jadi Penyangga Pasokan

Penulis -

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BGN Sudaryono saat konferensi pers. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Kepala BGN Sudaryono saat konferensi pers. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Jakarta, Javanusa—Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap mengutamakan penggunaan beras dan bahan pangan lokal.

Sementara itu, usulan Perum Bulog untuk menyediakan beras premium akan dimanfaatkan sebagai cadangan guna menjaga pasokan dan stabilitas harga ketika terjadi kekurangan di suatu daerah.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan pelaksanaan Program MBG tetap berfokus pada pemanfaatan bahan pangan yang berasal dari daerah masing-masing.

Kebijakan tersebut penting untuk memperkuat ekonomi lokal melalui pemberdayaan petani, pelaku UMKM, hingga rantai pasok di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Di sisi lain, BGN menyambut positif usulan Perum Bulog yang menawarkan penyediaan beras premium sebagai dukungan terhadap pelaksanaan program nasional tersebut.

“Usulan dari Bulog kami pandang positif. Namun yang ingin kami tegaskan, Program MBG tetap memprioritaskan penggunaan bahan pangan dari daerah setempat. Kami ingin petani lokal, pedagang lokal, dan UMKM ikut merasakan manfaat dari perputaran ekonomi yang dihasilkan program ini,” ujar Sudaryono.

Bulog Berperan Sebagai Cadangan Pasokan

Mas Dar menjelaskan kerja sama yang diusulkan Bulog tidak berkaitan dengan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).

Sebaliknya, Bulog menawarkan beras premium yang dapat digunakan sebagai cadangan ketika pasokan beras di suatu wilayah mengalami keterbatasan.

Menurutnya, Bulog akan berfungsi sebagai penyangga sehingga tidak mengambil alih peran pemasok lokal. Kehadiran perusahaan pelat merah tersebut hanya diperlukan saat stok beras menipis atau harga berpotensi melonjak akibat meningkatnya permintaan.

“Bulog memiliki fungsi sebagai stabilisator harga dan penjaga stok pangan. Karena itu kami ingin menempatkan Bulog sebagai buffer. Ketika pasokan beras lokal belum mencukupi atau ada potensi kenaikan harga akibat meningkatnya kebutuhan, Bulog dapat menjadi penyangga sehingga masyarakat tetap memperoleh harga yang wajar dan stok pangan tetap tersedia,” kata Mas Dar.

Baca Juga :  Banjir Pessel, Kementerian PUPR Bantu Perbaikan Fasilitas Umum
Jaga Stabilitas Harga dan Perkuat Ekonomi Daerah

BGN menilai strategi tersebut tidak hanya mendukung pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi daerah.

Dengan mengutamakan pembelian bahan pangan di sekitar SPPG, perputaran ekonomi di tingkat desa hingga kecamatan diharapkan semakin meningkat.

Mas Dar menegaskan, pemerintah ingin memastikan kebutuhan bahan pangan untuk dapur MBG tidak memicu kelangkaan maupun kenaikan harga di wilayah tertentu. Oleh karena itu, pasokan lokal tetap menjadi pilihan utama, sedangkan Bulog akan hadir sebagai solusi ketika terjadi kekurangan.

“Jangan sampai keberadaan dapur MBG justru memicu gejolak harga di suatu wilayah karena menyerap pasokan yang terbatas. Karena itu kami memprioritaskan bahan pangan lokal terlebih dahulu. Jika memang terjadi kekurangan, baru Bulog hadir sebagai penyangga agar harga tetap stabil dan pasokan tetap aman,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita
BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK
MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru