Jakarta, Javanusa—Badan Gizi Nasional (BGN) mulai memperluas edukasi gizi dan keamanan pangan kepada guru untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu ditandai dengan Kick-off Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru pada Rabu (12/8). Tahap awal program menyasar 658.300 guru dan tenaga kependidikan di tiga provinsi.
BGN mencatat 53.831 guru dan tenaga kependidikan menjadi sasaran di DKI Jakarta. Sementara itu, Jawa Barat menyumbang 492.944 sasaran dan Banten 111.525 orang.
Jika digabungkan, jumlah sasaran tahap awal mencapai 658.300 guru dan tenaga kependidikan. BGN selanjutnya akan memperluas cakupan program ke seluruh Indonesia.
Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan edukasi gizi.
“Hari ini adalah kick-off. Di tahap awal ini kami menyasar 658.300 guru yang tersebar di DKI, Jawa Barat, dan Banten. Untuk kemudian nanti kami perlebar sehingga dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kami bisa menjangkau 3,5 juta guru yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Mas Dar.
Menurut Mas Dar, guru memiliki posisi penting dalam keberhasilan MBG. Mereka dapat membantu peserta didik memahami pentingnya pola makan bergizi dan kebiasaan hidup sehat.
Literasi Gizi Jadi Bagian Penting MBG
Mas Dar menegaskan, keberhasilan MBG tidak cukup hanya dengan menyediakan makanan bagi peserta didik. Program tersebut juga perlu berjalan bersama edukasi mengenai gizi.
“Bukan hanya kemudian menyediakan makan. Memang itu menjadi salah satu kegiatan kita yang paling besar, tapi sebetulnya tujuannya bukan hanya itu. Salah satunya adalah terkait literasi dan edukasi terkait gizi,” kata Mas Dar.
Karena itu, BGN melibatkan guru sebagai salah satu unsur penting dalam penyebaran pengetahuan tentang gizi di lingkungan sekolah.
Edukasi Dilanjutkan Melalui Webinar
Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Mariman Darto mengatakan, kick-off tersebut menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan webinar secara bertahap.
Webinar tersebut bertujuan memperluas jangkauan edukasi. Kegiatan itu juga diharapkan memberi manfaat lebih besar bagi peserta didik penerima MBG.
“Kick-off hari ini menjadi tahap awal yang selanjutnya akan diteruskan melalui webinar secara bertahap untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus memberikan dampak yang lebih luas kepada peserta didik, penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis,” ucap Mariman.
Mariman menilai keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada ketersediaan makanan bergizi. Pemahaman tentang gizi seimbang, keamanan pangan, kebersihan, dan pola hidup sehat juga menjadi bagian penting.
Guru Berperan dalam Edukasi Gizi
Menurut Mariman, guru memiliki peran strategis dalam membangun kebiasaan sehat di lingkungan pendidikan. Guru juga dapat menjadi penghubung antara sekolah, peserta didik, orang tua, dan pihak terkait.
“Para guru memiliki peran strategis dalam mendampingi peserta didik, memberikan edukasi tentang gizi seimbang dan keamanan pangan, menanamkan kebiasaan hidup bersih, serta bagaimana adab makan, sekaligus menjadi penghubung antara sekolah, peserta didik, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya,” jelas Mariman.
Melalui perluasan literasi gizi tersebut, BGN menargetkan edukasi tidak berhenti pada penyediaan makanan. Pengetahuan dan kebiasaan sehat diharapkan ikut tumbuh di lingkungan sekolah. (*)






