BGN Targetkan 10.000 Dapur MBG Terapkan Sistem Prasmanan hingga Akhir 2026

Penulis -

Kamis, 5 November 2026 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BGN Sudaryono. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Kepala BGN Sudaryono. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Jakarta, Javanusa—Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan hingga 10.000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menerapkan sistem prasmanan pada akhir 2026.

Kepala BGN Sudaryono menilai pola penyajian ini dapat menjaga kualitas makanan sekaligus menekan risiko keracunan dan gangguan kesehatan siswa.

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menyebut target tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan pangan dan kenyamanan siswa saat menikmati makanan bergizi di sekolah.

“Target saya adalah sampai dengan akhir tahun untuk mengurangi keracunan makanan, makanan rusak, gangguan kesehatan, dan paling dinikmati oleh siswa ini, maka kami berharap sampai dengan akhir tahun kita bisa implementasi MBG prasmanan 5.000 – 10.000 dapur sudah bisa mengimplementasikan,” kata Mas Dar.

BGN Sesuaikan Sistem Prasmanan dengan Kondisi Sekolah

Penerapan sistem prasmanan MBG akan menyesuaikan jumlah siswa dan kondisi masing-masing sekolah maupun pondok pesantren. BGN juga mempertimbangkan kebutuhan dapur berdasarkan jumlah penerima manfaat.

Untuk pesantren dengan lebih dari 1.000 santri, BGN dapat membangun dapur di lingkungan pesantren. Sementara itu, pesantren dengan jumlah santri di bawah 1.000 orang dapat memperoleh layanan melalui dapur terpusat atau central kitchen.

Dalam praktiknya, sistem prasmanan tidak berarti seluruh siswa mengambil makanan secara bersamaan di satu tempat. BGN merancang penyajian berdasarkan jumlah siswa di setiap kelas.

Mas Dar mencontohkan, sekolah dengan 30 siswa dalam satu kelas akan menerima makanan sesuai jumlah kebutuhan. Petugas membawa nasi, sayur, dan lauk ke kelas untuk kemudian dinikmati bersama.

“Jadi kalau di kelas ada 30 orang, dia bawa 30 porsi nasi, sayur, lauk, ditaruh di kelas, dia sajikan, dia makan, dia beresi, kemudian selesai,” ujarnya.

Suhu Makanan Dijaga Minimal 60 Derajat Celsius

BGN mengutamakan penyajian makanan dalam kondisi hangat agar siswa dapat menikmati hidangan dengan kualitas yang terjaga. Sistem ini juga mengurangi kebutuhan pemanasan ulang makanan di sekolah.

Baca Juga :  Wali Kota Padang Gelar Open House, Ajang Silaturahmi dan Saling Memaafkan

Menurut Sudaryono, dapur harus menjaga suhu makanan minimal 60 derajat Celsius hingga waktu konsumsi. Pengaturan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan kualitas makanan dan mengurangi risiko keamanan pangan.

Ia menegaskan, konsep prasmanan MBG berbeda dari penyajian makanan dalam jumlah besar seperti acara pesta. Petugas menyajikan makanan secara bertahap sesuai kebutuhan setiap kelas.

Dengan pola tersebut, siswa dapat menikmati makanan bersama tanpa harus menunggu seluruh penerima manfaat mendapatkan giliran penyajian.

Evaluasi Awal, 66 Dapur Prasmanan Belum Catat Keracunan

Sudaryono juga menyampaikan hasil evaluasi awal terhadap dapur MBG yang telah menerapkan sistem prasmanan. Sebanyak 66 dapur yang menjalankan pola tersebut belum mencatatkan kasus keracunan makanan.

“Ini, jadi 66 sekarang ini sudah, kemudian kasus keracunannya enggak ada. Jadi, yang kecil-kecil bisa nambah, yang masih kurang bisa nambah, dan seterusnya,” ungkapnya.

Hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan BGN untuk memperluas penerapan sistem prasmanan. Pemerintah berharap semakin banyak dapur MBG mengadopsi pola penyajian tersebut hingga akhir tahun.

BGN Pelajari Model Dapur Terpusat dari Jepang dan Eropa

Selain mengembangkan sistem prasmanan, BGN juga mengadopsi konsep dapur terpusat dari sejumlah negara. Jepang dan beberapa negara Eropa menjadi referensi dalam pengembangan sistem penyediaan makanan bagi penerima manfaat.

Sudaryono menjelaskan, BGN mempelajari pengalaman Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Salah satu pembelajaran yang diperoleh berkaitan dengan pergeseran sistem penyediaan makanan dari dapur sekolah menuju central kitchen.

Model dapur terpusat dinilai menawarkan keuntungan dari sisi skala ekonomi dan pengelolaan operasional. Sistem ini memungkinkan proses produksi makanan berlangsung lebih terkoordinasi.

BGN kemudian berupaya mengadaptasi pendekatan tersebut untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Indonesia.

Baca Juga :  DPRD Sumbar Siap Dukung RSUD M. Natsir Tingkatkan Pelayanan Kesehatan 

Melalui pengembangan dapur terpusat dan penyajian prasmanan, BGN berharap distribusi makanan semakin efisien, kualitas hidangan terjaga, serta keamanan pangan bagi siswa dan santri semakin meningkat. (*)

Berita Terkait

BGN Aktivasi 953 Dapur MBG di 34 Provinsi, Sasar 1,5 Juta Penerima Manfaat
BGN Targetkan Digitalisasi Belanja 26.700 Dapur SPPG Mulai Januari 2027
BGN Suspend 6.097 SPPG yang Tidak Tertib Laporkan Penggunaan Dana MBG
Presiden Prabowo Copot Listyo Sigit dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan
MUI Percepat Kajian Fatwa Vape, Libatkan Pemerintah hingga Pelaku Usaha
BPOM Temukan Etomidat dan Ketamin dalam Vape, Ini Risiko Kesehatannya
Geger Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo: KSP Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polisi Jadi Tersangka
Polri Mutasi Lima Pati dan Pamen, Brigjen Nariyana Jadi Kapusdokkes

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Gubernur Mahyeldi: Pendidikan Sumbar Harus Kembangkan Potensi dan Kemandirian Siswa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Disdikbud Padang Latih 350 Guru SMP Kuasai AI dan Konten Digital Pembelajaran

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:19 WIB

SMPN 17 Padang Jadi Sekolah Percontohan LMS Ruang Kelas Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Ratusan Pelajar Sumbar Adu Kemampuan di Pra-OSN 2026, Siap Menuju Panggung Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Semarak HSN 2026, Ponpes Modern Hijrah Medina Lengayang Padukan Pendidikan Agama, Kreativitas dan Kewirausahaan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Inovasi Biodiesel dari Limbah, Siswa SMK SMAK Padang Raih Juara 2 dan Poster Terbaik di Lomba Kimia XXX Unand

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Sekolah di Padang Kembali Tatap Muka 22 Oktober 2026, Siswa Wajib Pakai Masker

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Disdikbud Padang Dampingi 342 Guru SD Cegah Perundungan dan Kekerasan di Sekolah

Berita Terbaru