Jakarta, Javanusa—Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meningkatkan penerima manfaat 3B.
Kelompok 3B mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh wilayah kerja. Ia menegaskan target peningkatan harus tercapai dalam dua minggu ke depan secara merata.
Nanik menjelaskan langkah ini mendukung percepatan perbaikan gizi anak Indonesia. Program ini juga menargetkan penurunan angka stunting nasional melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menyebut capaian saat ini baru sekitar 9 juta penerima manfaat. Sementara data Kementerian Kesehatan menunjukkan kebutuhan mencapai 22 hingga 26 juta orang.
Re-focusing Program Pemenuhan Gizi
Nanik menilai kondisi tersebut mendorong BGN melakukan re-focusing program. Langkah ini bertujuan agar layanan gizi lebih tepat sasaran pada kelompok prioritas.
Selain itu, SPPG diminta aktif melakukan pendataan dan optimalisasi layanan. Upaya ini diharapkan mempercepat peningkatan cakupan penerima manfaat 3B dalam waktu singkat.
Sanksi Tegas bagi SPPG
Nanik menegaskan SPPG yang tidak memenuhi target akan mendapat sanksi. Sanksi berupa penghentian operasional sementara atau suspend akan diberlakukan. Ia menekankan kebijakan ini untuk memastikan seluruh pelaksana fokus pada tujuan utama.
Tujuan tersebut adalah memperbaiki gizi masyarakat dan menurunkan prevalensi stunting di Indonesia.
“Kalau penerima manfaat 3B di SPPG masih sedikit, maka SPPG akan di-suspend,” tegasnya. (*/red)






