Javanusa.com—Bima Ayman Modjo resmi memulai perjalanan musiknya dengan merilis single perdana berjudul Rindu yang Lirih pada 23 Oktober 2026.
Bernaung di bawah label Embassy Records, lagu ini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital, sementara video liriknya dapat disaksikan melalui kanal YouTube @BimaAymanModjo.
Mengusung musik pop dengan sentuhan synthesizer, Rindu yang Lirih menawarkan warna musik yang segar.
Melalui karya debut ini, Bima menghadirkan cerita tentang keresahan, proses menerima keadaan, dan upaya seseorang untuk tumbuh menjadi lebih dewasa.
Mengangkat Keresahan dalam Lirik
Di usia yang masih muda, Bima mencoba menuangkan pengalaman emosional yang mungkin dekat dengan kehidupan generasinya.
Lagu Rindu yang Lirih menggambarkan perjalanan seseorang dalam menghadapi situasi yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Alih-alih terus memaksakan keadaan, sosok dalam lagu ini berusaha mencari solusi secara maksimal. Namun, ia juga belajar mengenali batas dan mengambil langkah yang lebih realistis.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari cerita lagu ini. Penerimaan terhadap keadaan bukan berarti menyerah, melainkan upaya menemukan kondisi yang lebih baik agar seseorang dapat melanjutkan hidup dan berkembang.
Musik Menjadi Bagian dari Keseharian Bima
Di luar aktivitasnya sebagai atlet bulutangkis, Bima ternyata memiliki ketertarikan besar terhadap musik.
Kebiasaan mendengarkan lagu telah menjadi bagian dari rutinitasnya, termasuk sebelum menjalani latihan maupun pertandingan.
Headset hampir selalu menemani Bima saat mempersiapkan diri. Ia mendengarkan karya musisi idolanya untuk menjaga suasana hati sekaligus membangun semangat sebelum beraktivitas.
Kecintaannya terhadap musik juga mendorong Bima untuk ikut bernyanyi. Baginya, aktivitas tersebut menjadi salah satu cara menyalurkan perasaan dan melepaskan beban pikiran.
Kolaborasi dengan Sang Ayah
Ketertarikan Bima terhadap musik juga memiliki latar belakang keluarga. Ia tumbuh dengan pengaruh seorang ayah yang telah lama berkarier sebagai musisi di industri musik Indonesia.
Latar belakang tersebut menjadi bagian dari perjalanan Bima dalam mengembangkan bakatnya di luar dunia olahraga.
Kini, melalui Rindu yang Lirih, ia mulai memperkenalkan identitas musikalnya kepada pendengar.
Debut ini menandai langkah awal Bima Ayman Modjo dalam mengeksplorasi dunia musik.
Lewat perpaduan pop dan synthesizer, ia membawa cerita tentang kerinduan, penerimaan, dan proses pendewasaan diri kepada publik. (*)






