Padang, Javanusa—BMKG Maritim Teluk Bayur mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gelombang laut hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Sumatera Barat pada 1–4 November 2026.
Potensi hujan petir juga menyertai kondisi cuaca maritim selama periode tersebut.
Peringatan ini menjadi perhatian bagi nelayan, pelaku transportasi laut, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir.
BMKG meminta mereka memantau perkembangan cuaca sebelum melakukan perjalanan atau kegiatan di laut.
Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, menjelaskan prakiraan tersebut mencakup tiga periode pengamatan. Periode pertama dimulai 1 November pukul 07.00 WIB dan berakhir pada 4 November 2026 pukul 06.00 WIB.
“Masyarakat, terutama yang beraktivitas di laut, perlu memantau kondisi cuaca maritim terkini sebelum berlayar,” kata Sahat, Sabtu (31/10/2026).
Gelombang dan Hujan Petir Mengintai 1–2 November
BMKG memprakirakan cuaca di perairan Sumbar pada 1–2 November 2026 bervariasi dari cerah berawan hingga hujan petir.
Hujan ringan berpotensi mengguyur perairan Agam–Pasaman Barat, Barat Siberut, Barat Sipora, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Pagai, dan Timur Siberut. Sementara itu, hujan petir berpeluang terjadi di perairan Barat Pagai dan Timur Sipora.
Angin bertiup dari tenggara atau timur dengan kecepatan 2–14 knot. Tinggi gelombang diperkirakan berkisar 1,1–2,4 meter, mulai dari kategori rendah hingga sedang.
Gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di sembilan wilayah perairan, meliputi Agam–Pasaman Barat, Barat Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Pagai, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Cuaca Berawan Tebal dan Hujan Petir pada 2–3 November
Memasuki 2–3 November 2026, BMKG memperkirakan kondisi cuaca didominasi awan tebal yang disertai hujan petir.
Potensi hujan petir terdapat di perairan Agam–Pasaman Barat, Barat Pagai, dan Timur Pagai. Hujan ringan berpeluang turun di Barat Siberut, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Adapun perairan Barat Sipora berpotensi mengalami udara kabur yang dapat memengaruhi jarak pandang.
Angin diperkirakan bertiup dari timur atau tenggara dengan kecepatan 2–11 knot. Tinggi gelombang berkisar 0,9–2,1 meter, dengan kategori rendah hingga sedang.
BMKG juga mengidentifikasi potensi gelombang sedang setinggi 1,25–2,5 meter di perairan Barat Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, Pesisir Selatan, Timur Pagai, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Gelombang hingga 2,5 Meter Berlanjut pada 3–4 November
Pada periode 3–4 November 2026, cuaca di perairan Sumatera Barat diprakirakan berawan tebal dengan potensi hujan ringan.
Hujan ringan berpeluang terjadi di Agam–Pasaman Barat, Barat Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Pagai, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Angin bertiup dari tenggara atau timur dengan kecepatan 2–10 knot. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 0,9–2,3 meter.
Potensi gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter masih perlu diwaspadai di sembilan wilayah perairan tersebut.
BMKG Rilis Prediksi Pasang Surut Teluk Bayur
Selain prakiraan cuaca dan gelombang, BMKG Maritim Teluk Bayur turut merilis informasi pasang surut air laut untuk 1 November 2026.
Air laut diperkirakan mengalami pasang pada pukul 09.00–12.00 WIB dan 20.00–01.00 WIB. Sementara itu, periode surut diprakirakan berlangsung pada pukul 03.00–06.00 WIB dan 14.00–17.00 WIB.
Sahat mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas maritim.
“Pastikan kondisi cuaca mendukung agar aktivitas di laut aman dan nyaman,” ujar Sahat.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa informasi cuaca maritim terbaru melalui kanal resmi BMKG di maritim.bmkg.go.id. (*)





