Padang, Javanusa—Gelombang laut hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sembilan wilayah perairan Sumatera Barat pada 3–6 Oktober 2026.
BMKG Maritim Teluk Bayur meminta nelayan dan pengguna jasa maritim meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut.
Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, mengatakan potensi gelombang kategori sedang muncul dalam tiga periode prakiraan tersebut.
“Selama tiga hari ke depan, gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sembilan wilayah perairan. Kami mengimbau pengguna jasa maritim untuk waspada,” ujarnya, Jumat (2/10/2026).
Sembilan Perairan Masuk Peringatan
Sembilan wilayah yang masuk dalam peringatan BMKG Maritim Teluk Bayur meliputi Agam–Pasaman Barat, Barat Pagai, dan Barat Siberut.
Wilayah lainnya mencakup Barat Sipora, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Pagai, Timur Siberut, serta Timur Sipora.
BMKG membagi prakiraan kondisi laut tersebut dalam tiga periode, mulai 3 Oktober hingga 6 Oktober 2026.
Prakiraan Gelombang 3–4 Oktober
Periode pertama berlangsung pada 3 Oktober pukul 07.00 WIB hingga 4 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB.
Cuaca di sejumlah perairan Sumbar diperkirakan berawan hingga hujan ringan. Potensi hujan ringan mencakup seluruh sembilan wilayah yang masuk dalam peringatan.
Pada periode ini, angin bertiup dari timur atau tenggara dengan kecepatan 2–9 knot. Tinggi gelombang berkisar 0,9–2,3 meter.
Gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di Agam–Pasaman Barat, Barat Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Pagai, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Kondisi Laut 4–5 Oktober
Pada periode kedua, prakiraan berlaku mulai 4 Oktober pukul 07.00 WIB hingga 5 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB.
BMKG memperkirakan cuaca cerah berawan hingga hujan ringan. Hujan ringan berpotensi terjadi di perairan Agam–Pasaman Barat, Barat Pagai, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Pagai, dan Timur Sipora.
Sementara itu, perairan Barat Siberut berpotensi mengalami udara kabur.
Angin berembus dari timur atau utara dengan kecepatan 2–7 knot. Tinggi gelombang berada pada kisaran 1–2,3 meter.
Gelombang sedang setinggi 1,25–2,5 meter kembali berpotensi terjadi di sembilan wilayah perairan yang sama.
Prakiraan 5–6 Oktober 2026
Periode terakhir berlangsung pada 5 Oktober pukul 07.00 WIB hingga 6 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB.
Cuaca diprakirakan berawan hingga hujan ringan. Hujan ringan berpotensi terjadi di seluruh wilayah perairan yang masuk dalam peringatan BMKG.
Angin diperkirakan bertiup dari timur atau tenggara dengan kecepatan 3–9 knot. Sementara itu, tinggi gelombang berkisar 1,1–2,2 meter.
Potensi gelombang kategori sedang dengan tinggi 1,25–2,5 meter juga masih terdapat di sembilan wilayah perairan tersebut.
Prediksi Pasang Surut 3 Oktober
Selain memberikan prakiraan cuaca dan gelombang, BMKG Maritim Teluk Bayur juga merilis prediksi pasang surut untuk 3 Oktober 2026.
Air laut diperkirakan mengalami pasang pada pukul 07.00–11.00 WIB dan 20.00–00.00 WIB. Adapun periode surut diperkirakan berlangsung pada pukul 02.00–05.00 WIB dan 13.00–17.00 WIB.
“Informasi pasang surut ini penting bagi nelayan dan pelaku pelayaran dalam menentukan waktu beraktivitas di laut,” kata Sahat.
BMKG Minta Pengguna Jasa Maritim Waspada
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku pelayaran, memantau perkembangan informasi cuaca sebelum beraktivitas di laut.
Sahat meminta masyarakat memastikan kondisi cuaca mendukung untuk mengurangi risiko selama menjalankan kegiatan maritim.
“Pastikan kondisi cuaca mendukung agar aktivitas Anda aman dan nyaman,” tuturnya.
Informasi terbaru mengenai kondisi cuaca, gelombang, dan kelautan dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG. Informasi selengkapnya tersedia di laman BMKG Maritim, maritim.bmkg.go.id. (*)






