Padang, Javanusa—Bripka Randi Irwahyudi membawa nama Polda Sumbar ke podium tertinggi kejuaraan paralayang nasional.
Personel Yanma Polda Sumbar itu meraih juara pertama kategori TNI-Polri dalam IPXC Panglima Cup Seri 2 di Wonogiri, Jawa Tengah.
Kejuaraan IPXC Panglima Cup Seri 2 berlangsung di Puncak Joglo, Kabupaten Wonogiri, pada 19–23 Agustus 2026.
Kompetisi tersebut menguji kemampuan pilot paralayang dalam penerbangan lintas alam atau cross country. Setiap peserta harus menyelesaikan misi penerbangan dengan jarak hampir 50 kilometer setiap hari.
Rute panjang dan kondisi penerbangan yang dinamis menjadi tantangan utama. Pilot juga perlu membaca perubahan cuaca serta arah angin untuk menentukan strategi selama penerbangan.
Bripka Randi mampu menjaga konsistensi sepanjang perlombaan. Performa tersebut mengantarkannya meraih posisi pertama pada kategori Lomba TNI-Polri.
Polda Sumbar Apresiasi Prestasi Bripka Randi
Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Polda Sumatera Barat. Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian Bripka Randi.
“Kami dari keluarga besar Polda Sumbar sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh Bripka Randi Irwahyudi di ajang nasional IPXC Panglima Cup Seri 2 ini. Ini membuktikan bahwa personel Polri tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas pokok menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki kompetensi, disiplin, dan prestasi tinggi di bidang olahraga kedirgantaraan,” ujar Kombes Pol Susmelawati Rosya.
Menurut Susmelawati, capaian tersebut dapat menjadi contoh bagi personel Polri lainnya. Ia berharap prestasi di bidang olahraga dapat terus berkembang tanpa mengesampingkan tugas kedinasan.
Selain itu, pencapaian Bripka Randi turut menunjukkan bahwa personel kepolisian memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan positif di luar tugas utama. Prestasi tersebut sekaligus membawa nama baik institusi di tingkat nasional.
Bripka Randi Ungkap Tantangan Penerbangan
Bripka Randi menyampaikan rasa syukur atas hasil yang diraihnya. Ia menyebut persaingan dalam kejuaraan tersebut berlangsung ketat.
Menurut Randi, lintasan cross country hampir 50 kilometer setiap hari membutuhkan konsentrasi tinggi. Perhitungan terhadap kondisi cuaca dan arah angin juga menjadi bagian penting dalam menyelesaikan setiap misi penerbangan.
“Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari dukungan pimpinan Polda Sumbar, keluarga, serta rekan-rekan sekalian. Medan di Puncak Joglo Wonogiri sangat menantang dengan jarak terbang hampir 50 km setiap harinya, namun berkat kerja keras dan fokus, saya bisa menyelesaikan tugas penerbangan dengan baik dan mempersembahkan hasil terbaik untuk Polda Sumbar dan institusi Polri,” ungkap Bripka Randi.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi langkah untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi. Randi juga bertekad kembali mengharumkan nama Polri melalui kejuaraan paralayang tingkat nasional hingga internasional. (*)






