Bukan Striker, Ini Alasan John Herdman Pilih 4 Bek Jadi Penendang Penalti Indonesia

Penulis -

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Luapan kegembiraan pemain Indonesia usai mengalahkan Thailand dalam adu pinalti di final FIFA ASEAN Cup 2026. (Foto: IG @fifaworldcup)

Luapan kegembiraan pemain Indonesia usai mengalahkan Thailand dalam adu pinalti di final FIFA ASEAN Cup 2026. (Foto: IG @fifaworldcup)

Jakarta, Javanusa—Keputusan John Herdman menunjuk empat pemain belakang sebagai algojo penalti membawa Timnas Indonesia meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026.

Strategi tersebut terbukti efektif setelah Indonesia mengalahkan Thailand lewat adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026).

Indonesia menang 4-2 dalam drama tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit. Seluruh penendang Indonesia sukses menjalankan tugas, sementara Thailand dua kali gagal menaklukkan Emil Audero Mulyadi.

Empat Bek Dipercaya Menjadi Algojo

Menariknya, Herdman tidak memilih striker atau gelandang sebagai empat penendang pertama Indonesia. Ia justru menunjuk Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama.

Keempat pemain belakang tersebut tampil percaya diri saat menjalani latihan penalti sehari sebelum pertandingan. Performa mereka dalam sesi latihan akhirnya menjadi pertimbangan utama Herdman.

Pelatih asal Inggris itu menilai kesiapan mental dan kualitas eksekusi lebih penting daripada posisi pemain di lapangan. Karena itu, ia memilih pemain yang menunjukkan penyelesaian paling meyakinkan dalam latihan.

“Pertama-tama, final adalah final. Pertandingan seperti ini akan ditentukan oleh momen-momen kecil. Akan ditentukan oleh mentalitas, semangat, dan keinginan untuk menang. Kemudian ada adu penalti. Kami berlatih penalti kemarin. Kami menghabiskan banyak waktu bersama para pemain untuk mempersiapkan aspek mental mereka,” papar Herdman.

Herdman menjelaskan seluruh pemain mendapat kesempatan untuk berlatih mengeksekusi penalti. Tim pelatih kemudian mengevaluasi performa setiap pemain sebelum menentukan daftar penendang.

“Setiap pemain diberi kesempatan. Kami menganalisis para pemain yang mengambil penalti dan mereka yang akhirnya ditunjuk adalah pemain yang paling klinis dalam latihan kemarin. Elkan Baggott adalah salah satunya. Saya bahkan mengatakan kepadanya untuk mencetak gol dengan kepalanya, tetapi dia tampil luar biasa.”

Baca Juga :  Debut Zinedine Zidane Berbuah Manis, Prancis Kalahkan Turki 1-0 Lewat Gol Mbappe
Performa Latihan Jadi Pertimbangan

Selain Baggott, Herdman juga menilai Dean James dan Shayne Pattynama tampil sangat baik dalam latihan. Keduanya menunjukkan ketenangan serta kualitas penyelesaian yang membuat pelatih yakin memberi mereka tanggung jawab besar.

“Dean James, Shayne Pattynama, dan pemain-pemain lainnya juga sangat klinis dalam penyelesaian akhir pada latihan kemarin. Beberapa pemain depan justru tidak terlalu baik dalam latihan dan tidak terlalu percaya diri,” sambung Herdman.

Pertimbangan tersebut menunjukkan bahwa Herdman tidak sekadar menentukan algojo berdasarkan posisi atau reputasi pemain. Ia memilih pemain yang menurutnya berada dalam kondisi paling siap menghadapi tekanan final.

Strategi Penalti Antar Indonesia Raih Gelar

Strategi latihan yang disiapkan Herdman akhirnya memberikan hasil maksimal. Indonesia berhasil mengatasi Thailand melalui adu penalti sekaligus mengamankan gelar FIFA ASEAN Cup edisi pertama.

Pada babak tos-tosan, seluruh eksekutor Indonesia berhasil mencetak gol. Sebaliknya, Thailand kehilangan dua kesempatan setelah tendangan Sarach Yooyen membentur tiang dan sepakan Nattapong Sayriya ditepis Emil Audero Mulyadi.

Keberhasilan tersebut juga mengakhiri penantian 35 tahun Indonesia untuk meraih trofi juara Asia Tenggara di level timnas senior.

Herdman menilai hasil itu tidak terlepas dari kebiasaan tim menjalani simulasi situasi pertandingan dalam latihan. Menurutnya, latihan membantu pemain memahami tekanan sekaligus menentukan siapa yang paling siap mengambil tanggung jawab.

“Sering kali, ketika seorang pemain belum mampu melakukannya dalam latihan, Anda memberikan kesempatan kepada pemain yang terlihat sedang berada dalam kondisi terbaik. Kami selalu berlatih situasi seperti ini dan latihan akhirnya membuahkan hasil,” pungkas Herdman. (*)

Berita Terkait

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra
Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026
Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama
MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin
Gulat Sumbang Dua Emas, Pasbar Buka Perolehan Medali di Porprov XVI Sumbar 2026
Porprov XVI Sumbar 2026: Padang Kokoh di Puncak Klasemen Sementara dengan 79 Emas
Balap Sepeda Payakumbuh Raih 1 Emas dan 2 Perak Porprov Sumbar 2026
MotoGP Indonesia 2026: Marc Marquez Ingin Akhiri Catatan Buruk di Mandalika

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI pada HUT ke-81, Ini Daftar dan Rinciannya

Berita Terbaru