Padang Panjang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang Panjang dan Bulog Cabang Kota Bukittinggi sepakat untuk meningkatkan kerja sama guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Sekda Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra mengatakan itu saat menerima kunjungan Kepala Bulog Cabang Bukittinggi, Sri Wahyuni di ruang kerjanya, Jumat (25/8/2023).
Selain membahas isu pangan, Bulog juga mengenalkan programnya terkait penyediaan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan). Serta daging beku, gula dan beras fortifit untuk mengatasi stunting.
Selain itu, mereka juga membahas kelanjutan dari Program Rumah Pangan Kita (RPK) di Kota Padang Panjang.
Serta kerja sama kemitraan antara Bulog dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah.
“Persediaan beras SPHP di Bulog Cabang Bukittinggi saat ini cukup untuk membantu menstabilkan harga beras yang mulai mengalami kenaikan akibat dari dampak el nino,” ujarnya.
Di sisi lain, Kabag Perekonomian dan Sumberdaya Alam Setdako, Putra Dewangga menjelaskan dari pertemuan tersebut ada beberapa tindak lanjut yang akan diambil.
Pemko Padang Panjang bersama Bulog akan berusaha untuk menambah unit RPK Bulog di wilayah tersebut.
Saat ini, baru terdapat satu unit RPK yaitu Warung Pangan Murah, hasil kerja sama antara Bulog dan KPRI Serambi Mekkah. Yang menyediakan beras SPHP, daging beku, minyak goreng, dan gula.
Selain itu, menindaklanjuti perpanjangan perjanjian kerja sama cadangan pangan antara Bulog dan Pemko.
Ia menyatakan Pemko akan menjajaki kerja sama dalam penyediaan beras fortifit untuk penanganan stunting di Padang Panjang.
Serta menjelajahi opsi kerja sama dalam penyediaan pangan lainnya.
“Dalam waktu dekat, kami berencana untuk segera mengambil tindakan lanjut terkait hal ini,” tambahnya.
Pertemuan tersebut juga hadir beberapa pejabat lainnya yakni Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ewasoska, Kepala Disperdakop UKM, Jevi Carter. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Ade Nafrita Anas dan lainnya. (*/jn02)






