Javanusa.com—Bunga Nafisa kembali menghadirkan karya musik terbaru dengan menggandeng Deandra Nadira lewat single kolaborasi berjudul Dar Der Dor Ser.
Lagu ini melanjutkan eksplorasi musikal keduanya setelah sebelumnya memperkenalkan single MiFa.
Melalui karya terbaru tersebut, Bunga dan Deandra mengusung konsep Endikup (Enak Di Kuping). Mereka memadukan musik ringan, lirik jenaka, dan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari agar mudah dinikmati berbagai kalangan pendengar.
Dar Der Dor Ser Angkat Cerita Ngambek dalam Hubungan
Single Dar Der Dor Ser mengangkat dinamika sederhana dalam hubungan asmara. Ceritanya berpusat pada momen ketika pasangan saling merajuk, lalu salah satunya mencoba mencairkan suasana melalui candaan dan rayuan berbentuk pantun.
Pendekatan tersebut menghadirkan nuansa ceria sekaligus menggemaskan. Permainan kata dalam liriknya menjadi salah satu daya tarik lagu ini.
Beberapa penggalan lirik yang menggambarkan konsep tersebut antara lain:
“Ikan hiu makannya tomat, I love you so much…”
“Apa sih maumu cintaku, kok kamu dari kemarin mengusulkan melulu…”
“Tidakkah merdu? Paten kan pantunku? Dar Der Dor Ser!”
Lewat lirik tersebut, lagu ini menggambarkan usaha seseorang untuk meluluhkan hati pasangan yang sedang ngambek. Alih-alih menghadirkan suasana romantis yang serius, keduanya memilih humor dan pantun sebagai cara membangun kedekatan dengan pendengar.
Deandra Nadira berperan sebagai penulis lagu dalam kolaborasi ini. Ia mengembangkan cerita dari sudut pandang seorang penyanyi yang berusaha membujuk pasangannya melalui rayuan sederhana dan tingkah menggemaskan.
Blurr. Hiburan Jadi Rumah Baru Perjalanan Musik Keduanya
Kolaborasi Bunga Nafisa dan Deandra Nadira juga menandai langkah baru mereka bersama Blurr. Hiburan. Kehadiran label tersebut menjadi bagian dari perjalanan kreatif keduanya dalam mengembangkan karya musik.
Bagi Bunga, perjalanan ini turut membuka ruang untuk memperkenalkan warisan musikal keluarganya kepada generasi pendengar yang lebih muda.
Melalui Dar Der Dor Ser, keduanya juga memperluas pengenalan konsep Endikup (Enak Di Kuping). Konsep tersebut menggabungkan ornamen dan sentuhan dari berbagai genre musik dalam satu sajian yang ringan dan mudah dinikmati. (*)






