Jakarta, Javanusa—Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bertemu dengan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Abdul Roni Angkat, di Jakarta, Rabu (30/10).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah langkah strategis untuk memperkuat sektor perkebunan, yang menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat Dharmasraya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Annisa memaparkan enam agenda prioritas yang akan ditindaklanjuti bersama Kementerian Pertanian.
Salah satunya yaitu rencana pendirian pabrik kelapa sawit dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya saat ini tengah menyiapkan proposal lengkap beserta data pendukung untuk mengajukan program tersebut.
Selain itu, Bupati juga menjajaki kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) terkait pembangunan pabrik kelapa sawit di wilayah Dharmasraya.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan rakyat, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat hilirisasi industri sawit daerah.
Terkait keberlanjutan dan produktivitas perkebunan rakyat, Annisa mengusulkan pembaruan data Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) berdasarkan umur tanam, dengan target minimal 1.000 hektare per tahun.
Menurutnya, data yang akurat akan membuat pelaksanaan PSR lebih tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan produksi petani sawit.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati juga menyerahkan surat resmi kepada Ditjen Perkebunan terkait SK Menteri ATR/BPN mengenai perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) di beberapa wilayah Dharmasraya.
Surat itu disertai data teknis dari Pemkab Dharmasraya untuk ditelaah lebih lanjut oleh tim Ditjen Perkebunan, agar pengelolaan lahan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Annisa turut mengajukan sejumlah usulan program peningkatan sumber daya manusia (SDM), penguatan sarana dan prasarana, serta bantuan pupuk kepada BPDPKS. Upaya ini diharapkan memperkuat kapasitas petani dan meningkatkan produktivitas sektor perkebunan daerah.
Selain fokus pada komoditas kelapa sawit, Pemkab Dharmasraya juga mendorong pengembangan kopi seluas 2.000 hektare.
Program ini akan diajukan dalam bentuk bantuan bibit dan penanaman, sebagai bagian dari strategi diversifikasi komoditas unggulan daerah untuk memperluas basis ekonomi masyarakat tani.
Dirjen Perkebunan Abdul Roni Angkat menyambut positif berbagai usulan tersebut dan menegaskan komitmen pihaknya untuk memberikan dukungan teknis serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
“Dharmasraya memiliki potensi besar di sektor perkebunan. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, pusat, dan masyarakat, program-program ini bisa menjadi penggerak utama ekonomi rakyat,” ujar Abdul Roni.
Pertemuan ini menjadi langkah konkret Bupati Annisa dalam memperkuat fondasi ekonomi berbasis perkebunan, mendorong industrialisasi hasil pertanian, serta memastikan kesejahteraan petani melalui pengelolaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing. (*/red)






