Bukittinggi, Javanusa—Bupati Tanah Datar Eka Putra didampingi Wakil Bupati Ahmad Fadly, Ketua LPTQ Abdurrahman Hadi, dan Ketua TP-PKK Ny. Lise Eka Putra, menyatakan optimisme kontingen Tanah Datar mampu kembali meraih juara umum.
Keyakinan itu muncul setelah Bupati meninjau langsung kondisi kafilah di pemondokan, memperhatikan fasilitas, asupan gizi, kenyamanan lokasi latihan, serta kesiapan mental para peserta.
“Alhamdulillah, fasilitas dan makanan memadai, tempat latihan nyaman, sehingga kafilah bisa fokus. Insya Allah juara umum kembali ke Tanah Datar,” ujar Eka Putra.
Ia berpesan kepada kafilah agar menenangkan pikiran, tidak ada ganjalan di hati, dan senantiasa memohon doa restu dari orang tua serta masyarakat Tanah Datar.
Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi Ansharullah, yang membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh kafilah di Kota Bukittinggi yang sarat nilai sejarah.
Menurutnya, MTQ bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi gerakan penguatan akhlak dan karakter generasi, sekaligus meneguhkan provinsi religius dan berperadaban.
“Al Qur’an tidak hanya untuk tilawah, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, pelayanan publik, dan kebijakan pemerintah. Sumbar menegaskan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang erat kaitannya dengan Al Qur’an,” kata Mahyeldi.
Ketua Panitia MTQ sekaligus Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis menyebutkan, total peserta MTQ mencapai 1.091 orang yang akan bersaing di 12 cabang dan 60 golongan, dinilai oleh 163 dewan hakim.
Total anggaran kegiatan mencapai Rp 12 miliar, bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat dan Kota Bukittinggi, dengan 11 masjid dan empat gedung aula kantor camat sebagai lokasi lomba tambahan.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menambahkan, MTQ ke-41 kembali hadir di kota itu setelah 32 tahun, meski digelar di tengah pemulihan pasca bencana.
Ia menekankan, Al Qur’an tetap menjadi sumber kebenaran dan harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. (*/red)






