Tanah Datar, Javanusa—Bupati Tanah Datar Eka Putra meninjau Jalan Usaha Tani Dusun Bayua, Nagari Tanjuang Alam, Kecamatan Tanjuang Baru, yang dijadwalkan dibangun Maret 2026 melalui APBD, Minggu (25/1/2026).
Infrastruktur ini menjadi akses utama petani mengangkut hasil panen. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan keselamatan dan produktivitas pertanian melalui pembangunan tersebut.
Peninjauan ini sebagai bagian dari komitmen Pemkab Tanah Datar memperkuat akses dan keselamatan petani.
Jalan tersebut diketahui menjadi satu-satunya jalur pengangkutan hasil panen dari lahan pertanian warga.
Bupati Tanah Datar Eka Putra menyebut kondisi jalan saat ini cukup memprihatinkan. Struktur jalan terjal dan rusak dinilai membahayakan aktivitas petani, terutama saat musim panen.
Menurutnya, akses yang tidak layak berdampak langsung pada biaya produksi dan risiko kecelakaan kerja petani.
Karena itu, pembangunan jalan dinilai mendesak untuk segera direalisasikan.
Beton Sepanjang 300 Meter
Eka Putra memastikan pembangunan akan dimulai pada Maret 2026. Panjang jalan yang akan dibangun sekitar 300 meter dengan konstruksi beton.
“Jalan usaha tani ini sangat vital bagi petani. Insya Allah sesuai janji saya, akan dibangun Maret 2026 menggunakan dana APBD,” kata Eka Putra.
Ia menegaskan proyek ini masuk dalam program unggulan (Progul) Pemerintah Daerah.
Ajak Warga Jaga Infrastruktur Pertanian
Eka Putra mengajak masyarakat menjaga jalan setelah selesai dibangun. Ia menekankan pentingnya kekompakan dan semangat gotong royong dalam pengelolaan sektor pertanian.
Menurutnya, keberlanjutan infrastruktur tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi warga. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Selain infrastruktur, Eka Putra juga mendorong petani menanam tomat, khususnya jenis tomat saus. Imbauan ini sejalan dengan keberadaan pabrik saus tomat milik daerah di Tanah Datar.
Pabrik tersebut diharapkan menjadi offtaker hasil panen petani. Langkah ini dapat meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus kesejahteraan petani.
Tokoh masyarakat Dusun Bayua, Malin Mudo, menyebut jalan tersebut awalnya dibangun secara swadaya oleh warga. Namun, kondisinya kini sudah tidak layak digunakan.
“Alhamdulillah, Pak Bupati hadir langsung meninjau kondisi jalan ini dan akan segera membangunnya,” ujar Malin Mudo.
Ia berharap pembangunan ini berdampak nyata bagi mobilitas dan ekonomi masyarakat. (*/red)






