Jakarta, Javanusa—Pemkab Padang Pariaman terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui proyek Sekolah Rakyat di Tarok City.
Bupati John Kenedy Azis atau JKA memimpin langsung langkah strategis ini. Pemerintah daerah menggandeng Universitas Negeri Padang untuk memperkuat konsep pembangunan.
Sebelumnya, pada Selasa (19/5), JKA bersama jajaran Pemkab Padang Pariaman dan UNP meninjau lokasi pembangunan. Kunjungan tersebut memastikan kesiapan lahan di kawasan pengembangan UNP Tarok City. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan berjalan sesuai rencana.
Usai peninjauan, JKA langsung menemui Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf di Jakarta, Kamis (21/5/2026). Pertemuan tersebut mempercepat tindak lanjut pembangunan Sekolah Rakyat. JKA didampingi Senior Eksekutif UNP Ganefri, Sekda, Kepala Bapelitbangda, dan Kepala BPKD.
Penyerahan Proposal Pembangunan Sekolah Rakyat
Dalam pertemuan itu, JKA menyerahkan proposal pembangunan Sekolah Rakyat secara langsung kepada Mensos.
Pemerintah mengusulkan konsep sekolah berasrama atau boarding school. Saifullah Yusuf menyambut baik rencana tersebut.
“Program Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membuka akses pendidikan yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat. Kami menyambut baik langkah cepat Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman yang serius mempersiapkan pembangunan sekolah ini,” ujar JKA.
Dukungan Kementerian Sosial
Mensos Saifullah Yusuf mengapresiasi kesiapan lahan dan konsep pendidikan berasrama. Ia menilai kolaborasi Pemkab Padang Pariaman dan UNP berjalan baik. Dukungan ini memperkuat peluang realisasi pembangunan di Tarok City.
Sekolah Rakyat direncanakan berdiri di lahan seluas 10 hektare. Nilai investasi proyek ini mencapai sekitar Rp250 miliar. Pemerintah menargetkan pembangunan dimulai pada 2027.
Fasilitas sekolah mencakup gedung belajar, asrama siswa, rumah guru, dan lapangan olahraga. Selain itu tersedia tempat ibadah, furnitur pendidikan, serta infrastruktur pendukung. Infrastruktur tersebut meliputi jalan, air bersih, listrik, dan sanitasi.
Kapasitas dan Dampak Kawasan
Sekolah Rakyat diproyeksikan menampung 400 hingga 1.000 siswa. Jenjang pendidikan mencakup SD, SMP, hingga SMA dengan sistem boarding school. Kehadiran sekolah ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Selain itu, proyek ini membuka lapangan kerja baru dan peluang usaha lokal. Pemerintah juga menilai kawasan Tarok City akan berkembang sebagai pusat pertumbuhan baru di Sumatera Barat.
Bupati JKA menegaskan Sekolah Rakyat bukan hanya fasilitas pendidikan. Ia menyebut sekolah ini sebagai pusat pembinaan generasi unggul masa depan.
“Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi pusat pembinaan generasi unggul masa depan. Kita ingin melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan siap bersaing,” ujar JKA. (*/red)






