Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter

Penulis -

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cacar air. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi cacar air. (Foto: AI Generated)

Javanusa.com—Cacar air pada anak merupakan penyakit menular yang cukup mudah menyebar. Infeksi ini ditandai munculnya ruam yang berkembang menjadi lepuhan berisi cairan dan menimbulkan rasa gatal.

Penyebabnya adalah virus varicella-zoster. Penularan dapat terjadi ketika anak menghirup percikan droplet dari penderita yang batuk atau bersin.

Kontak langsung dengan cairan dari lepuhan kulit juga dapat menularkan virus tersebut. Karena tingkat penularannya tinggi, orang tua perlu memperhatikan gejala sejak awal.

Gejala Cacar Air pada Anak

Dikutip dari Halodoc, gejala cacar air biasanya tidak langsung muncul dalam bentuk lepuhan. Anak dapat lebih dulu mengalami demam, tubuh terasa lemas, sakit kepala, serta penurunan nafsu makan.

Setelah gejala awal tersebut, ruam kemerahan mulai muncul pada kulit. Ruam kemudian berkembang menjadi lepuhan berisi cairan yang terasa gatal.

Seiring waktu, lepuhan akan mengering dan membentuk keropeng. Proses tersebut umumnya berlangsung bertahap hingga seluruh lesi kulit mengering.

Anak masih dapat menularkan cacar air sekitar satu hingga dua hari sebelum ruam terlihat. Risiko penularan tetap ada sampai seluruh lepuhan mengering.

Berapa Lama Cacar Air Sembuh?

Sebagian besar kasus cacar air pada anak membaik dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu. Namun, kondisi setiap anak dapat berbeda bergantung pada kesehatan dan tingkat keparahan infeksi.

Meski umumnya dapat pulih, cacar air juga berpotensi menimbulkan komplikasi. Beberapa di antaranya berupa infeksi bakteri pada kulit, pneumonia, hingga peradangan otak.

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak mengabaikan gejala yang tampak berat atau mengalami perburukan.

Cara Mengatasi Cacar Air pada Anak

Penanganan cacar air bergantung pada usia, kondisi kesehatan, serta tingkat keparahan gejala. Dokter dapat mempertimbangkan pemberian obat antivirus pada kondisi tertentu.

Baca Juga :  Cara Memilih Moisturizer yang Nyaman di Cuaca Lembap, Kenali Tekstur dan Kandungannya

Antivirus tidak diperlukan untuk setiap anak yang mengalami cacar air. Dokter biasanya mempertimbangkan penggunaannya terutama pada anak yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit berat.

Orang tua sebaiknya tidak memberikan obat resep secara mandiri. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk menentukan obat dan dosis yang sesuai.

Perawatan di Rumah untuk Mengurangi Gejala

Perawatan sederhana dapat membantu anak merasa lebih nyaman selama mengalami cacar air. Pastikan anak mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk mencegah kekurangan cairan.

Pakaikan pakaian yang longgar agar kulit tidak semakin teriritasi. Orang tua juga dapat memberikan makanan yang mudah ditelan ketika anak mengalami penurunan nafsu makan.

Mandi menggunakan air suam-suam kuku dapat membantu meredakan rasa gatal. Hindari pemberian aspirin kepada anak dan konsultasikan pilihan obat penurun demam dengan tenaga medis.

Kapan Anak dengan Cacar Air Harus Dibawa ke Dokter?

Orang tua perlu segera mencari pertolongan medis jika anak terlihat sangat lemas atau mengalami kesulitan bernapas.

Kejang, demam tinggi yang menetap, serta kondisi anak yang tidak mau minum juga membutuhkan pemeriksaan dokter.

Perhatikan pula perubahan pada lepuhan. Kulit yang semakin merah, terasa nyeri, membengkak, atau mengeluarkan nanah dapat menunjukkan adanya infeksi bakteri.

Pemeriksaan medis juga penting jika cacar air terjadi pada bayi atau anak dengan gangguan sistem kekebalan tubuh. Penanganan lebih awal dapat membantu mengurangi risiko komplikasi. (*)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru