Padang, Javanusa—Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat dialami oleh semua kalangan. Baik itu balita, remaja, ibu hamil hingga usia lanjut.
Menanggulangi hal tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai upaya melalui pendidikan gizi seimbang, fortifikasi pangan dan suplementasi tablet tambah darah (TTD).
Namun demikian, prevalensi anemia masih cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena kurangnya kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD.
Untuk itu, kegiatan aksi bergizi menjadi salah satu upaya strategis dalam peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri, juga merupakan salah satu indikator layanan intervensi gizi spesifik dalam percepatan stunting.
Hal itu disampaikan Asisten I Setdako Padang Edi Hasymi saat Gerakan Aksi Bergizi di Gelanggang Balaikota, Aie Pacah, Kamis (21/9/2023).
Ia berpesan kepada remaja putri untuk membiasakan diri sendiri mengonsumsi makanan yang bergizi dan rutin minum TTD.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Sri Kurnia Yati menjelaskan, kegiatan aksi bergizi dimulai dengan kegiatan fisik (senam pagi bersama), sarapan bersama hingga meminum TTD.
Aksi ini bertujuan untuk membiasakan remaja putri meminum tablet tambah darah satu kali dalam seminggu.
Adapun sasarannya adalah siswi SMP dan SMA di Kota Padang. Seperti SMPN 16 Padang, SMPN 18 Padang, SMPN 27 Padang dan SMP 32 Padang.
“Alhamdulillah, dari keempat sekolah tersebut, hadir sekitar 360 orang siswi. Kegiatan ini tidak berhenti di sini saja. Sebab, masing-masing puskesmas di juga sudah mendistribusikan ke sekolah,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova menyampaikan pesan kepada siswi untuk selalu berhati-hati dalam bertingkah laku, bermedia sosial dan fokus melakukan kegiatan positif.
“Kita ini, anakku semua harus berhati-hati dalam bertingkah laku. Kita juga dinilai oleh orang lain melalui tingkah laku. Baik itu di lingkungan dan bermedia sosial. Namun yang pasti lakukanlah selalu kegiatan-kegiatan positif,” ucap Yopi Krislova.
Jangan mudah menerima informasi melalui dunia maya secara mentah. Menyaring informasi diperlukan guna memperoleh informasi yang berguna.
“Anak-anak dititipkan di sekolah dengan harapan agar ke depan bisa membanggakan, orangtua, daerah dan negara,” tuturnya.
Ia menambahkan pemberian tablet ini juga berguna, salah satunya untuk menghindari 5L (lemah, letih, lesu, lelah, dan lalai) pada siswi.
Kemudian, Dokter Spesialis Anak, Asrawati menjelaskan, bagi remaja usia 12-15 sejatinya memiliki HB di angka 12. Jika tidak, hal tersebut bisa menjadi tanda dari anemia yang disingkat menjadi 5L.
Berdasarkan hal tersebut, perlu adanya pemberian TTD ini, makan makanan protein hewani setiap hari. “Sebab remaja kita jika belajar juga membutuhkan kalori,” jelas Asrawati. (*/jn01)






