Jakarta, Javanusa—Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendukung upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana banjir di Kota Padang.
Dukungan tersebut disampaikan Tito saat menerima kunjungan Wali Kota Padang Fadly Amran bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang di ruang kerjanya, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Dalam pertemuan itu, Tito mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam menangani program rehab-rekon setelah bencana banjir melanda sejumlah wilayah kota.
Tito meminta Pemko Padang terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat serta kementerian dan lembaga terkait.
Koordinasi tersebut diperlukan untuk mendukung percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Padang.
Selain rehab-rekon, Tito juga mendorong keterlibatan pihak swasta dan masyarakat dalam penanganan sedimentasi sungai.
Menurut Tito, keterlibatan tersebut dapat dilakukan berdasarkan rekomendasi kementerian dan lembaga terkait serta tetap mengikuti ketentuan peraturan yang berlaku.
“Mari kita dorong keterlibatan pihak swasta dan masyarakat dalam penanganan sedimentasi sungai, tentunya berdasarkan rekomendasi kementerian/lembaga terkait dan sesuai aturan,” ujar Tito.
Fadly Usulkan Normalisasi Sungai Menyeluruh
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran mengusulkan penanganan dan normalisasi sungai secara menyeluruh.
Fadly menyampaikan langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir berulang di wilayah Kota Padang.
Ia berharap koordinasi dengan pemerintah pusat dapat memperkuat penanganan pascabencana sekaligus mendukung program normalisasi sungai secara terpadu dan berkelanjutan.
Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Padang, Muharilon, Kepala Dinas PUPR Padang Melvi Hendri, Kepala Badan Kesbangpol Padang Syahendri Barkah, Kalaksa BPBD Padang Hendri Zulviton, serta Kasatpol PP Padang Candra Eka Putra.
Turut mendampingi Sekretaris Badan Kesbangpol Amrizal Rengganis, Kabid Wasnas dan PK Gustian, serta Kabid Ideologi Andi Amir. (*)






