Cegah Jalan Jebol, ITP Perkuat Tebing Sungai Siteba dengan 1.000 Jumbo Bag

Penulis -

Rabu, 7 Januari 2026 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator ITP Peduli, Dr. Ir. Hendri Nofrianto, M.T, IPM memantau pengerjaan penguatan tebing Sungai Siteba di kawasan Sawah Liek, Rabu (7/1).

Koordinator ITP Peduli, Dr. Ir. Hendri Nofrianto, M.T, IPM memantau pengerjaan penguatan tebing Sungai Siteba di kawasan Sawah Liek, Rabu (7/1).

Padang, Javanusa—Institut Teknologi Padang (ITP) melakukan penguatan tebing sungai di kawasan Sawah Liek, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.

Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya debit air sungai setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Aliran Sungai Siteba yang kerap meluap telah menggerus bantaran sungai dan merusak ruas jalan di sepanjang sisi aliran. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi karena berpotensi mengancam permukiman warga di sekitarnya.

Jika ruas jalan tersebut jebol, luapan air dikhawatirkan masuk ke kawasan permukiman dan berdampak langsung pada sekitar 300 kepala keluarga (KK) yang tinggal di area rawan.

Sebagai langkah mitigasi darurat, ITP melalui program ITP Peduli bekerja sama dengan kitabisa.com melakukan penguatan tanggul sementara. Penguatan dilakukan dengan memasang 1.000 jumbo bag sepanjang 103 meter di sisi sungai.

Pekerjaan ini didukung satu unit alat berat jenis ekskavator untuk mempercepat proses penguatan tebing. Langkah tersebut difokuskan pada titik-titik kritis yang mengalami erosi paling parah.

Debit Sungai Naik, Jalan Terancam Jebol

Koordinator ITP Peduli, Dr. Ir. Hendri Nofrianto, M.T, IPM mengatakan pengikisan bantaran sungai akibat debit air yang tinggi telah menyebabkan kerusakan serius pada badan jalan. Menurutnya, kondisi tersebut harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

“Jika jalan ini jebol, dampaknya akan langsung dirasakan sekitar 300 KK di lingkungan ini. Karena itu, kami melakukan penguatan darurat untuk mencegah luapan air,” ujar Hendri saat meninjau lokasi, Rabu (7/1).

Ia menjelaskan, pada banjir sebelumnya, permukaan air Sungai Siteba sempat nyaris sejajar dengan bibir sungai. Saat ini, jarak antara permukaan air dan badan jalan hanya tersisa sekitar dua meter.

Menurut Hendri, jika tidak segera ditangani, luapan air tidak hanya mengancam Sawahliek. Kawasan Lapai juga berpotensi terdampak banjir.

Baca Juga :  Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Ia memperkirakan, apabila ruas jalan jebol, air setinggi sekitar satu meter dapat menggenangi wilayah tersebut. Risiko inilah yang coba ditekan melalui penguatan tanggul sementara.

Bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi

Hendri menegaskan keterlibatan ITP merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat sebagai pilar ketiga Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini juga sejalan dengan konsep Kampus Berdampak.

“Ini bukan sekadar kewajiban institusi, tetapi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang memberi dampak langsung,” katanya.

Dorong Normalisasi Sungai oleh BWS Sumatera V

Meski demikian, Hendri menekankan penggunaan jumbo bag bersifat sementara. Ia berharap Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V segera melakukan pengerukan sedimen pasir dan lumpur di Sungai Siteba.

“Sedimentasi membuat kapasitas sungai berkurang. Saat hujan intensitas tinggi, air mudah meluap. Normalisasi sungai sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Warga Apresiasi Kepedulian ITP

Sementara itu, Ketua RW 03 Kelurahan Kampung Olo, Efri, menyampaikan apresiasi atas kepedulian ITP dan kitabisa.com. Ia menyebut trauma banjir besar tahun 1986 masih membekas di ingatan warga.

“Air waktu itu meluap sampai Lapai dan Jalan Khatib Sulaiman. Kami tidak ingin kejadian itu terulang,” kata Efri.

Ia menambahkan, warga juga bergerak secara swadaya dengan dukungan Yayasan Dar El Iman. Dengan tambahan satu ekskavator dari ITP Peduli, proses penguatan kini melibatkan dua alat berat dan ditargetkan rampung dalam empat hari ke depan. (*/red)

Berita Terkait

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang
Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau
Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba
Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB