Cegah Kemiskinan Baru Pascabencana, Pemko Padang Percepat Bantuan Modal dan Perbaikan Irigasi

Penulis -

Sabtu, 10 Januari 2026 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengikuti Rakor Pemulihan Pascabencana Sumatera secara daring dari Gedung Bapenda Padang, Jumat (9/1/2026). (Foto: Diskominfo Padang)

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengikuti Rakor Pemulihan Pascabencana Sumatera secara daring dari Gedung Bapenda Padang, Jumat (9/1/2026). (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Padang menegaskan percepatan pemulihan ekonomi warga pascabencana sebagai langkah mencegah munculnya kelompok miskin baru.

Fokus utama diarahkan pada perbaikan irigasi pertanian dan bantuan permodalan bagi UMKM terdampak.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pemulihan Pascabencana Sumatera. Rapat digelar secara daring dari Gedung Bapenda Kota Padang, Jumat (9/1/2026).

Maigus Nasir menilai intervensi ekonomi harus segera dilakukan secara terintegrasi oleh pemerintah pusat dan daerah. Menurut dia, keterlambatan pemulihan ekonomi berisiko memperluas kemiskinan struktural di daerah terdampak.

“Jika sektor ekonomi rakyat tidak segera diselamatkan, kita akan menghadapi kelompok miskin baru pascabencana,” ujar Maigus Nasir.

Rakor tersebut dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diikuti Wakil Gubernur Sumbar serta kepala daerah di wilayah terdampak banjir dan longsor akhir November 2025.

4.000 Hektar Lahan Pertanian Tak Bisa Digarap

Kerusakan paling serius terjadi pada sektor pertanian. Sekitar 4.000 hektar lahan pertanian di Kota Padang tidak dapat digarap akibat sistem irigasi yang rusak total.

Maigus Nasir menyebut irigasi merupakan urat nadi perekonomian petani. Tanpa perbaikan cepat, ribuan kepala keluarga terancam kehilangan sumber penghidupan.

“Irigasi yang hancur total ini adalah urat nadi petani kita. Perbaikannya harus menjadi prioritas agar ketahanan ekonomi warga tetap terjaga,” tegasnya.

UMKM Terdampak Menunggu Suntikan Modal

Selain petani, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga terdampak signifikan. Banyak pelaku usaha kehilangan aset dan tempat usaha akibat banjir dan longsor.

Saat ini, Pemko Padang melakukan pendataan lapangan secara maraton. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar pengajuan bantuan permodalan ke pemerintah pusat.

“Kami ingin UMKM segera bangkit. Suntikan modal sangat penting agar roda ekonomi kembali berputar,” kata Maigus Nasir.

Baca Juga :  Pemkab Pessel Gelar Deklarasi Damai Pilwana 2025, Hendrajoni Ingatkan Semangat Badunsanak

Pemulihan ekonomi juga terkendala kerusakan infrastruktur transportasi. Tercatat sembilan jembatan rusak dan dua ruas jalan kota putus total.

Kondisi tersebut menghambat distribusi barang dan mobilitas masyarakat, terutama di kawasan pinggiran kota.

Maigus Nasir menjelaskan pemasangan jembatan darurat Bailey belum memungkinkan karena bentang sungai yang terlalu lebar. Pemko Padang meminta solusi teknis jembatan permanen dari pemerintah pusat.

Dampak pada Sektor Pendidikan

Di bidang pendidikan, satu gedung SD Negeri 49 Koto Tangah hanyut terbawa banjir. Kegiatan belajar sementara dialihkan ke gedung Puskesmas Pembantu setempat.

Akses menuju SMP Negeri 44 juga masih terhambat. Sementara itu, dua madrasah terdampak dengan tingkat kerusakan hingga 80 persen, meski aktivitas belajar tetap berjalan terbatas.

Maigus Nasir menambahkan, mayoritas kerusakan infrastruktur terjadi pada jalan kota. Jalan nasional masih dapat dilalui kendaraan, sementara jalan provinsi dilaporkan dalam kondisi aman.

Pemko Padang berharap percepatan dukungan pusat dapat mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi warga terdampak. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba
Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana
Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan
Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya
Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing
Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB