Padang, Javanusa—Kota Padang mencatatkan sejarah baru dengan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp 898 miliar pada 2025.
Keberhasilan ini melebihi target awal sebesar Rp 897,6 miliar dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Pemko Padang.
Asisten II Setdako Padang sekaligus Plt Kepala Bapenda, Didi Aryadi, menyampaikan pencapain ini berkat kerja keras seluruh OPD penghasil sehingga PAD bisa tembus di angka Rp 898 miliar.
Ia juga mengapresiasi Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekda atas bimbingan sepanjang tahun.
Berdasarkan laporan harian Pemko Padang, enam OPD berhasil mencapai PAD di atas 100 persen. Dinas Pariwisata menjadi yang tertinggi dengan capaian 150,43 persen, melebihi target Rp 600 juta menjadi Rp 902.558.523.
OPD Penghasil PAD Tertinggi Lainnya
Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian awalnya ditarget Rp 110 juta, namun berhasil meraih Rp 137.386.800 atau 124,90 persen. Sementara BPKAD mencapai Rp 48,86 miliar, melampaui target Rp 43,22 miliar atau 113,04 persen.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) juga mencatat capaian tinggi, dari target Rp 695,86 miliar menjadi Rp 715,68 miliar atau 102,85 persen.
Dinas Pemadam Kebakaran dengan motto “Pantang Pulang Sebelum Padam” meraih Rp 51 juta atau 102,85 persen, melebihi target Rp 50 juta.
Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman menutup daftar OPD penghasil PAD di atas 100 persen dengan Rp 900,43 juta atau 100,05 persen, sedikit melampaui target awal Rp 900 juta.
Pencapaian PAD Padang tahun 2025 ini menunjukkan efektivitas kolaborasi antar-OPD dan strategi pengelolaan keuangan daerah yang matang.
Didi Aryadi berharap keberhasilan ini menjadi motivasi seluruh OPD untuk terus meningkatkan kinerja di tahun mendatang. (*/red)






