Padang, Javanusa—Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan GOR Agus Salim Padang pada Minggu (24/8/2025) terasa berbeda. Yayasan Rumah Inklusi Padang menghadirkan edukasi bahasa isyarat sekaligus ruang kreativitas bagi penyandang disabilitas.
Dalam kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diajak mengenal, tetapi juga mempraktikkan bahasa isyarat sebagai sarana komunikasi inklusif, terutama bagi teman tuli. Antusiasme terlihat dari kalangan anak muda hingga keluarga yang turut mencoba langsung di lokasi.
Selain edukasi, Rumah Inklusi Padang juga membuka kesempatan pemberdayaan ekonomi. Beberapa penyandang disabilitas menampilkan produk kuliner dan kerajinan, yang mendapat respons positif dari pengunjung CFD.
Ketua Yayasan Rumah Inklusi Padang, Danil Kurniawan, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari misi yayasan untuk mendorong kemandirian sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya inklusi.
“Bahasa isyarat adalah jembatan komunikasi, sementara pemberdayaan ekonomi adalah jembatan kemandirian. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa disabilitas bukan batasan untuk berkarya dan berkontribusi,” ujarnya.
Rumah Inklusi Padang berkomitmen menggelar kegiatan serupa secara rutin, baik di ruang publik maupun melalui program khusus. Tujuannya, agar Kota Padang semakin ramah dan inklusif bagi seluruh warganya. (*/red)






