Padang, Javanusa—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi dalam tiga hingga empat hari ke depan.
Imbauan tersebut menyusul potensi hujan deras, angin kencang, serta peningkatan tinggi gelombang di perairan Padang dan wilayah sekitarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, secara khusus meminta nelayan menunda aktivitas melaut selama tiga hari ke depan demi mengurangi risiko kecelakaan di laut.
Gelombang Berpotensi Mencapai 2,5 Meter
Berdasarkan data BMKG Maritim Teluk Bayur dan Stasiun Klimatologi Sumatera Barat, gelombang di perairan Padang, Padang Pariaman, hingga Siberut dan Pesisir Selatan berpotensi mencapai 2,5 meter.
Kecepatan angin diperkirakan berada pada kisaran 4–16 knots. Angin bergerak dari arah tenggara hingga timur.
Selain gelombang tinggi, kondisi pasang surut air laut juga perlu menjadi perhatian masyarakat pesisir. Pasang diprediksi berlangsung sekitar pukul 21.00–03.00 WIB.
Sementara itu, periode surut diperkirakan terjadi pada pukul 15.00–18.00 WIB.
Curah Hujan Tinggi Tingkatkan Risiko Bencana
Kondisi cuaca tersebut perlu mendapat perhatian karena Kota Padang saat ini berada dalam kategori curah hujan tinggi.
Curah hujan tercatat lebih dari 150 milimeter per dasarian. Situasi ini dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di sejumlah kawasan.
Beberapa ancaman yang perlu diantisipasi antara lain banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Risiko tersebut semakin besar ketika hujan deras berlangsung bersamaan dengan angin kencang.
Hendri meminta warga yang tinggal di kawasan pantai, bantaran sungai, dan daerah rawan longsor untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
“Kami menghimbau kepada warga Kota Padang, yang pertama khususnya bagi nelayan agar tetap berhati-hati untuk melaksanakan pencarian ikan di Pantai Kota Padang. Namun kami sarankan agar untuk tiga hari ke depan ini ditunda dulu untuk melaut mencari ikan,” ujar Hendri.
Warga Diminta Waspadai Anomali Cuaca
Menurut Hendri, masyarakat di kawasan pesisir dan bantaran sungai perlu mencermati perubahan cuaca yang terjadi saat ini.
“Kemudian kepada warga Kota Padang yang berada di pinggir pantai, di pinggir sungai, agar tetap siaga dan waspada dengan cuaca ekstrem anomali yang terjadi pada saat sekarang ini,” katanya.
Ia juga mengingatkan warga agar memperhatikan potensi bahaya yang muncul akibat angin kencang.
“Kemudian juga karena disertai angin kencang, agar berhati-hati juga akan potensi bahaya seperti tanah longsor, pohon tumbang yang terjadi di beberapa tempat,” lanjutnya.
BPBD Kota Padang mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Warga diminta mengandalkan pembaruan dari kanal resmi BMKG dan BPBD Kota Padang.
“Sekali lagi kami menghimbau kepada warga agar tetap siaga dan waspada dan mencari informasi yang update ya, informasi yang jelas seperti dari BMKG dan BPBD Kota Padang,” tutur Hendri.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah, masyarakat diharapkan menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan informasi terbaru. Nelayan juga diminta mengutamakan keselamatan dan menunda pelayaran hingga kondisi lebih aman. (*)






