Padang, Javanusa—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Barat pada Sabtu (13/6/2026).
Sejumlah daerah diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang sejak pagi hingga dini hari.
BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem.
Kondisi tersebut dapat memicu genangan air, gangguan aktivitas luar ruangan, hingga berkurangnya jarak pandang di sejumlah kawasan.
Prakirawan BMKG Minangkabau, Raafi Darojat, menyebutkan potensi hujan lebat berpeluang terjadi di beberapa kabupaten dan kota.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada potensi hujan sedang–lebat di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Solok Selatan, Pariaman, Kabupaten Solok dan sekitarnya,” kata Raafi Darojat dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/6/2026).
Potensi Hujan Meluas Sejak Siang
Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca pada pagi hari umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi lebih awal di wilayah Kepulauan Mentawai.
Memasuki siang hingga sore, peluang hujan meluas ke sejumlah daerah. Selain Kepulauan Mentawai, cuaca buruk diperkirakan terjadi di Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, dan Solok Selatan.
Pada malam hari, kondisi cuaca didominasi awan tebal hingga hujan ringan. Meski demikian, beberapa wilayah masih berpotensi mengalami hujan lebat, yakni Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Pariaman, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan.
Sementara itu, menjelang dini hari cuaca cenderung berawan. Hujan ringan masih berpeluang turun di Kepulauan Mentawai, Agam, Padang Pariaman, Pariaman, serta Kota Padang.
Suhu Udara Capai 32 Derajat Celsius
BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Barat berkisar antara 18 hingga 32 derajat Celsius. Kondisi kelembapan udara tergolong tinggi dengan rentang 65 sampai 98 persen.
Di sisi lain, angin bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 4–26 kilometer per jam. Kondisi tersebut turut memengaruhi pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi agar dapat mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem selama beraktivitas. (*/red)






