Dani Sopian: Hulu Sungai Sariak Bayang Rusak Parah, KLHK Diminta Cabut Izin PT Global Resource

Penulis -

Minggu, 20 Juli 2025 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Pessel, Dani Sopian. (Foto: Dok. Dani)

Wakil Ketua DPRD Pessel, Dani Sopian. (Foto: Dok. Dani)

Pessel, Javanusa—Pembalakan liar atau penebangan hutan secara ilegal merupakan persoalan serius, karena bisa berdampak negatif terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Bahkan lebih dari itu, bisa mengakibatkan kerusakan ekosistem, hilangnya keanekaragaman hayati, meningkatnya risiko banjir dan tanah longsor, serta perubahan iklim global.

Oleh karena itu, maka aksi pembalakan liar yang terjadi di hulu sungai Sariak Bayang batas Alahan Panjang Kabupaten Solok dengan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) harus dihentikan.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua DPRD Pessel, Dani Sopian, dari Fraksi Partai Nasdem, Minggu (20/7/2025) di Painan.

“Ini saya sampaikan karena aksi pembalakan liar itu sudah sangat meresahkan masyarakat Pesisir Selatan, khususnya yang berdomisili di sepanjang aliran Sungai Batang Bayang,” katanya.

Dia juga menyampaikan jangan ada permainan kucing-kucingan dalam kasus temuan pembalakan liar tersebut.

“Kita tidak berpatokan apakah wilayah pembalakan liar itu ada di kawasan Pesisir Selatan, atau Kabupaten Solok. Apabila aksi itu mengancam keselamatan lingkungan dan masyarakat, maka harus dihentikan,” tegasnya.

Dani Sopian juga menyayangkan pernyataan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha (TU) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Khairi Ramadhan, yang menyatakan tidak ada aktivitas ilegal logging di kawasan itu sebagaimana dimuat oleh salah satu media online saat berkunjung beberapa waktu lalu.

“Apapun dalih yang disampaikan oleh BKSDA Sumbar selaku pelaksana teknis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang bertugas melaksanakan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya, masyarakat Pessel minta praktek pembalakan liar di hulu sungai Sariak Bayang itu harus dihentikan,” tegasnya.

Hal itu disampaikannya karena aktivitas pengelohan kayu itu memang ada di hulu Sungai Sariak Bayang, yang telah masuk dalam wilayah Kabupaten Solok, tepatnya di Kenagarian Simpang Tanjung Nan IV, Kecamatan Danau Kembar.

Baca Juga :  Hari Mangrove Sedunia, Jurnalis Lingkungan Akan Gelar Aksi Tanam Mangrove dan Lepas Tukik di Amping Parak

“Kegiatan pemanfaatan kayu yang katanya memiliki izin resmi itu dilakukan oleh PT Global Resource, atas nama pemilik lahan, Syamsir Dahlan. Walau dalam izin yang dikantongi dari Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah III Kementerian LHK berdasarkan Hak Atas Tanah (PHAT) telah diterbitkan sejak 2 Maret 2023 lalu, karena ini menyangkut keselamatan lingkungan dan masyarakat, maka KLHK diminta untuk mencabut kembali izin tersebut,” tegas Dani lagi.

Ditambahkan Dani, secara kelembagaan di DPRD Pessel, pihaknya mendukung pernyataan laporan tertulis yang disampaikan Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni kepada Gubernur Sumbar.

“Laporan resmi kepada Gubernur Sumatera Barat melalui surat bernomor 100/435/BPT-PS/VI/2025 tertanggal 14 Juli 2025 itu, Bupati Pessel melaporkan temuan tumpukan kayu gelondongan di ruas jalan tembus Bayang–Alahan Panjang yang masuk wilayah administratif Kabupaten Solok. Karena ini benar adanya, maka kepada KLHK segera mengambil sikap tegas untuk melakukan pencabutan izin terhadap perusahaan yang melakukan pengelolaan kayu tersebut,” ucapnya.

Dia juga meminta agar status kawasan hutan yang sebelumnya berfungsi sebagai Suaka Alam dan Wisata (SAW) dan telah dialihfungsikan menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) supaya dikaji ulang dan dikembalikan menjadi kawasan hutan lindung.

“Baik yang berada di kawasan hutan Pessel, maupun yang berada di kawasan perbatasan masuk Kabupaten Solok. Sebab yang merasakan dampaknya adalah masyarakat Pesisir Selatan,” tutupnya. (Yoniks)

Berita Terkait

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang
Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau
Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba
Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru