Pessel, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) mengambil langkah cepat untuk merespons banjir yang merendam sejumlah wilayah pada Kamis (27/11/2025).
Melalui instruksi langsung Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, seluruh Dapur Manajemen Berbasis Gugus (MBG) dan Satuan Pendidikan Penggerak Gugus (SPPG) segera diaktifkan guna menyiapkan makanan siap saji bagi masyarakat yang terdampak.
Saat dihubungi Jumat (28/11/2025), Bupati Hendrajoni menegaskan layanan bantuan pangan menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam situasi darurat.
Ia menjelaskan Dapur MBG yang biasanya melayani kebutuhan pelajar, untuk sementara dialihkan sepenuhnya guna mendukung warga yang terisolasi akibat banjir.
“Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Mengoptimalkan dapur sekolah adalah langkah tercepat yang bisa dilakukan untuk menjangkau warga,” katanya.
Ia juga menuturkan kebijakan ini sejalan dengan Surat Edaran Dinas Pendidikan yang memberlakukan pembelajaran dari rumah, sehingga fasilitas pendidikan dapat dimaksimalkan untuk kepentingan kemanusiaan.
Upaya cepat tersebut mendapat dukungan penuh dari Koordinator Wilayah SPPI Pesisir Selatan. Dengan koordinasi yang solid, bantuan makanan dapat didistribusikan langsung ke titik-titik yang membutuhkan.
Masyarakat terdampak juga bisa menghubungi SPPG terdekat atau mendatangi Posko PIC yang telah disiapkan untuk mendapatkan bantuan.
Bupati Hendrajoni menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas SPPG dan Dapur MBG yang bergerak cepat tanpa menunggu komando lanjutan.
“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh tim yang bersedia mengalihkan kegiatan rutin demi membantu warga. Tindakan ini menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar hadir dalam kondisi darurat,” ungkapnya.
Selain menyalurkan makanan, beberapa SPPG turut turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan warga terdampak.
Proses ini dilakukan bersama perangkat nagari dan relawan agar distribusi bantuan dapat berlangsung merata dan tidak ada masyarakat yang terlewat.
Di tengah ancaman cuaca ekstrem dan potensi banjir susulan, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Seluruh perangkat daerah diminta siaga penuh memantau perkembangan kondisi lapangan.
Kolaborasi antara Dapur MBG, SPPG, perangkat nagari, dan para relawan dinilai menjadi kekuatan utama dalam mempercepat respons darurat.
Pemkab berharap kerja sama ini akan terus berjalan hingga seluruh masyarakat terdampak mendapatkan bantuan dan dapat kembali menjalani aktivitas secara normal. (sus)






