Cirebon, Javanusa—Andri Satria resmi memulai babak baru dalam perjalanan kariernya di industri air minum.
Mantan Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Sumatera Barat itu kini dipercaya memimpin Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo melantik Andri Satria sebagai Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata pada Senin (31/8/2026). Dalam kesempatan yang sama, Agung Astija juga dilantik sebagai Direktur Umum.
Penunjukan Andri membawa perhatian tersendiri karena sebelumnya ia berkarier di Perumda Air Minum Kota Padang. Rekam jejaknya sebagai Direktur Teknik kini menjadi modal untuk menghadapi persoalan pelayanan air bersih di Kota Cirebon.
Dari Direktur Teknik Kota Padang ke Direktur Utama di Cirebon
Sebelum menduduki jabatan barunya, Andri Satria menjabat sebagai Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Sumatera Barat. Kini, ia mendapat tanggung jawab lebih besar sebagai pucuk pimpinan perusahaan daerah penyedia air bersih di Kota Cirebon.
Andri tidak datang ke Cirebon tanpa tantangan. Perumda Air Minum Tirta Giri Nata masih menghadapi sejumlah persoalan yang berkaitan dengan cakupan pelayanan dan kontinuitas distribusi air.
Ia mengakui masih banyak masyarakat Kota Cirebon yang belum memperoleh akses air bersih secara optimal. Sebagian pelanggan juga belum menikmati pasokan air selama 24 jam.
“Memang tanggung jawab yang akan kita hadapi bersama Pak Dirum cukup berat. Masih cukup banyak masyarakat Kota Cirebon yang belum mendapatkan akses air bersih dan masih cukup banyak yang belum terlayani selama 24 jam,” kata Andri.
Tiga Persoalan Jadi Fokus Lima Tahun
Andri menyebut tiga persoalan utama yang akan menjadi fokus selama lima tahun masa kepemimpinannya.
Ketiganya adalah tingkat kehilangan air, perluasan cakupan pelayanan, dan kontinuitas distribusi kepada pelanggan.
Menurut Andri, persoalan kehilangan air menjadi salah satu target penting yang harus segera ditangani. Air yang berhasil diselamatkan nantinya dapat dimanfaatkan untuk memperluas pelayanan kepada masyarakat.
“Menurunkan kehilangan air menjadi salah satu target kita. Selisih air yang bisa kita dapatkan nantinya bisa kita gunakan untuk memperluas pelayanan kepada masyarakat yang belum terlayani,” ujarnya.
Tantangan tersebut membuat Andri harus segera melakukan pembenahan sejak awal masa jabatannya.
Konsolidasi Internal Jadi Langkah Pertama
Sebagai langkah awal, Andri bersama jajaran direksi akan melakukan konsolidasi internal selama satu bulan ke depan.
Konsolidasi itu bertujuan memetakan persoalan yang dihadapi perusahaan, baik dalam pelayanan kepada pelanggan maupun pengelolaan internal.
“Kita akan melakukan konsolidasi di internal dan memetakan kembali permasalahan-permasalahan utama. Kita ingin memastikan semua persoalan bisa kita kumpulkan dan petakan selama satu bulan ke depan,” katanya.
Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun program kerja perusahaan.
Momentum konsolidasi juga bertepatan dengan penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran atau RKA untuk tahun mendatang.
“Hasil pemetaan persoalan akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan program dan kegiatan yang akan dijalankan,” tuturnya.
Wali Kota Minta Andri Dorong Transformasi
Wali Kota Cirebon Effendi Edo berharap kepemimpinan baru mampu membawa transformasi bagi Perumda Air Minum Tirta Giri Nata.
Menurutnya, perusahaan tidak cukup hanya menjaga kondisi keuangan tetap sehat. Direksi juga harus memastikan masyarakat memperoleh manfaat nyata dari keberadaan BUMD tersebut.
“Pelantikan hari ini bukanlah garis finis dari sebuah kompetisi jabatan. Ini adalah titik nol. Titik di mana mulai memikul tanggung jawab untuk membawa perusahaan ini tidak hanya menjadi entitas yang sehat secara neraca, tetapi juga bermartabat dalam melayani publik Kota Cirebon,” ujarnya.
Effendi Edo menegaskan air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan harus menjadi perhatian utama manajemen baru.
“Profit itu penting untuk kesehatan perusahaan, tetapi kemanfaatan publik harus menjadi tujuan utama,” tegasnya.
Kepada Andri Satria, Wali Kota meminta agar Perumda Air Minum Tirta Giri Nata terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kondisi keuangan, serta meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah atau PAD.
Dengan pengalaman sebelumnya sebagai Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri kini menghadapi tantangan baru.
Lima tahun ke depan akan menjadi periode pembuktian bagi kepemimpinannya dalam memperluas akses dan meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Cirebon. (*)






