Dari Terancam Gagal hingga Lolos: Kisah Perjuangan Irak ke Piala Dunia 2026

Penulis -

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelandang Irak, Amir Al Ammari (kanan). (Foto: Fifa.com)

Gelandang Irak, Amir Al Ammari (kanan). (Foto: Fifa.com)

Javanusa.com—Perjalanan panjang tim nasional Irak di kualifikasi menuju FIFA World Cup 2026 menjadi salah satu yang paling menantang.

Dalam kurun lebih dari dua tahun dan 21 pertandingan, skuad berjuluk Lions of Mesopotamia harus menghadapi naik-turun performa sebelum akhirnya memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026.

Gelandang Irak, Amir Al Ammari, menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari karakter kuat tim yang tidak mudah menyerah.

Menurutnya, kemampuan untuk bangkit setelah situasi sulit menjadi kunci utama keberhasilan Irak lolos ke turnamen akbar tersebut.

“Kami selalu menemukan cara untuk kembali bangkit,” ungkap Al Ammari menggambarkan perjalanan timnya.

Perjalanan Kualifikasi Penuh Dinamika

Dalam proses kualifikasi, Irak sempat tampil meyakinkan di awal putaran kedua tanpa kekalahan. Namun, sejumlah hasil negatif pada fase berikutnya sempat membuat peluang mereka terancam.

Meski demikian, dukungan publik dan kekompakan tim membuat Irak kembali menemukan momentum hingga akhirnya mengamankan tiket ke Piala Dunia.

Al Ammari menyebut periode tersebut justru memperkuat hubungan antarpemain maupun staf pelatih. Ia menilai tim kini tidak hanya sekadar rekan satu lapangan, tetapi sudah berkembang seperti keluarga.

Tantangan Berat di Fase Grup

Di putaran final, Irak tergabung dalam grup yang berisi lawan-lawan berat. Mereka dijadwalkan menghadapi Norwegia di Boston pada 16 Juni, dilanjutkan laga melawan finalis Piala Dunia 2022, Prancis, di Philadelphia pada 22 Juni, serta ditutup dengan pertandingan melawan Senegal di Toronto pada 26 Juni.

Al Ammari yang saat ini bermain untuk klub Polandia Cracovia akan menjadi salah satu pemain kunci Irak. Ia mengaku siap menghadapi para bintang dunia tanpa rasa gentar, dengan menekankan bahwa sepak bola tetap permainan 11 lawan 11.

Baca Juga :  Mesir Akhiri Penantian 92 Tahun, Tumbangkan Selandia Baru 3-1 di Piala Dunia 2026
Motivasi dan Ambisi di Panggung Dunia

Bagi Al Ammari, tampil di Piala Dunia merupakan pencapaian besar dalam kariernya. Ia mengaku masih sulit percaya bisa mencapai level tersebut setelah bertahun-tahun berjuang sejak masa kecil.

Ia juga menegaskan Irak ingin menunjukkan identitas mereka sebagai tim dengan mental kuat yang tidak mudah menyerah, baik di dalam maupun di luar lapangan.

“Yang ingin kami tunjukkan adalah karakter Irak, bagaimana kami selalu bangkit dari situasi sulit,” ujarnya.

Siap Hadapi Bintang Dunia

Menghadapi pemain kelas dunia seperti Kylian Mbappé menjadi tantangan tersendiri. Namun, Al Ammari menilai hal tersebut justru menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pemain Irak untuk meningkatkan level permainan.

Ia mencontohkan pengalaman menghadapi tim-tim kuat di level Asia yang membuat mereka semakin berkembang. Karena itu, ia optimistis Irak bisa tampil kompetitif meski berada di grup yang berat.

Fokus Satu Laga Demi Satu Laga

Meski format turnamen memberi peluang bagi lebih banyak tim untuk lolos dari fase grup, Al Ammari menegaskan Irak tidak ingin terbebani target berlebihan. Fokus utama mereka adalah menjalani setiap pertandingan secara bertahap.

“Bagi kami, yang terpenting adalah satu pertandingan demi satu pertandingan,” tegasnya.

Dengan semangat tersebut, Irak berharap bisa memberikan kejutan dan membuktikan bahwa mereka layak diperhitungkan di panggung sepak bola dunia. (*/red)

Berita Terkait

Jadwal MotoGP Malaysia 2026 di Sepang: Ini Agenda Lengkapnya
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat, Jorge Martin ke-20
Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang
Teco Targetkan Kemenangan Kedua, Semen Padang Siap Hadapi Sumsel United
Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya
Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8
Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3
Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru