Javanusa.com—Perjalanan panjang tim nasional Irak di kualifikasi menuju FIFA World Cup 2026 menjadi salah satu yang paling menantang.
Dalam kurun lebih dari dua tahun dan 21 pertandingan, skuad berjuluk Lions of Mesopotamia harus menghadapi naik-turun performa sebelum akhirnya memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026.
Gelandang Irak, Amir Al Ammari, menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari karakter kuat tim yang tidak mudah menyerah.
Menurutnya, kemampuan untuk bangkit setelah situasi sulit menjadi kunci utama keberhasilan Irak lolos ke turnamen akbar tersebut.
“Kami selalu menemukan cara untuk kembali bangkit,” ungkap Al Ammari menggambarkan perjalanan timnya.
Perjalanan Kualifikasi Penuh Dinamika
Dalam proses kualifikasi, Irak sempat tampil meyakinkan di awal putaran kedua tanpa kekalahan. Namun, sejumlah hasil negatif pada fase berikutnya sempat membuat peluang mereka terancam.
Meski demikian, dukungan publik dan kekompakan tim membuat Irak kembali menemukan momentum hingga akhirnya mengamankan tiket ke Piala Dunia.
Al Ammari menyebut periode tersebut justru memperkuat hubungan antarpemain maupun staf pelatih. Ia menilai tim kini tidak hanya sekadar rekan satu lapangan, tetapi sudah berkembang seperti keluarga.
Tantangan Berat di Fase Grup
Di putaran final, Irak tergabung dalam grup yang berisi lawan-lawan berat. Mereka dijadwalkan menghadapi Norwegia di Boston pada 16 Juni, dilanjutkan laga melawan finalis Piala Dunia 2022, Prancis, di Philadelphia pada 22 Juni, serta ditutup dengan pertandingan melawan Senegal di Toronto pada 26 Juni.
Al Ammari yang saat ini bermain untuk klub Polandia Cracovia akan menjadi salah satu pemain kunci Irak. Ia mengaku siap menghadapi para bintang dunia tanpa rasa gentar, dengan menekankan bahwa sepak bola tetap permainan 11 lawan 11.
Motivasi dan Ambisi di Panggung Dunia
Bagi Al Ammari, tampil di Piala Dunia merupakan pencapaian besar dalam kariernya. Ia mengaku masih sulit percaya bisa mencapai level tersebut setelah bertahun-tahun berjuang sejak masa kecil.
Ia juga menegaskan Irak ingin menunjukkan identitas mereka sebagai tim dengan mental kuat yang tidak mudah menyerah, baik di dalam maupun di luar lapangan.
“Yang ingin kami tunjukkan adalah karakter Irak, bagaimana kami selalu bangkit dari situasi sulit,” ujarnya.
Siap Hadapi Bintang Dunia
Menghadapi pemain kelas dunia seperti Kylian Mbappé menjadi tantangan tersendiri. Namun, Al Ammari menilai hal tersebut justru menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pemain Irak untuk meningkatkan level permainan.
Ia mencontohkan pengalaman menghadapi tim-tim kuat di level Asia yang membuat mereka semakin berkembang. Karena itu, ia optimistis Irak bisa tampil kompetitif meski berada di grup yang berat.
Fokus Satu Laga Demi Satu Laga
Meski format turnamen memberi peluang bagi lebih banyak tim untuk lolos dari fase grup, Al Ammari menegaskan Irak tidak ingin terbebani target berlebihan. Fokus utama mereka adalah menjalani setiap pertandingan secara bertahap.
“Bagi kami, yang terpenting adalah satu pertandingan demi satu pertandingan,” tegasnya.
Dengan semangat tersebut, Irak berharap bisa memberikan kejutan dan membuktikan bahwa mereka layak diperhitungkan di panggung sepak bola dunia. (*/red)






