Edi mengatakan, pada pengiriman perdana tersebut pihaknya mengirimkan sebanyak 2,5 ton daun jeruk purut.
Pengirim tersebut juga diharapkan menjadi jalan bagi dia dalam memasarkan daun jeruk purut di daerah tesebut sehingga bisa menampung semua hasil panen dikalangan petani dan menjaga kestabilan harga.
“Sekarang pemasaran terbatas, kita hanya bisa menerima produksi dari petani berdasarkan permintaan dari konsumen. Bahkan petani yang meminta kita membeli hasil panennya. Tentu harapan kita kedepnnya pengiriman ke Pulau Jawa ini berlanjut sehingga kita bisa menampung lebih banyak lagi hasil dari petani kita,” tuturnya.
Ia mengakui, untuk saat ini harga daun jeruk perut di kalangan petani sedikit turun dari sebelumnya karena banjirnya produksi.
Sebab, dia dan sejumlah pengepul lainnya di daerah itu kewalahan menerima permintaan dari petani.
Sebelumnya dia hanya mengirimkan daun jeruk purut untuk wilayah Sumatera Barat dan luar Sumatera Barat seperti Provinsi Riau, jambi, dan Bengkulu.
“Dengan adanya pengiriman ke luar pulau sumatera ini, akan mebuat dauan jeruk purut di Nagari Tanjung Barulak lebih dikenal lagi. Kami juga ucapkan terima kasih kepada Bupati Tanah Datar yang telah mencarikan jalan bagi kami untuk memasok daun jeruk purut ke Pulau Jawa,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, salah seorang petani daun jeruk purut di Nagari Tanjung Barulak mengaku sangat bersyukur adanya pengiriman daun jeruk purut ke Pulau Jawa.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






