Javanusa.com—Yordania harus mengawali kiprahnya di Piala Dunia FIFA 2026 dengan hasil kurang memuaskan setelah kalah 1-3 dari Austria di San Francisco Bay Area Stadium.
Meski gagal meraih poin, Al-Nashama menunjukkan performa kompetitif dan meninggalkan laga debut mereka dengan kepercayaan diri untuk menghadapi dua pertandingan berikutnya di Grup J.
Yordania Tampil Berani pada Laga Perdana
Austria memang keluar sebagai pemenang dalam pertandingan tersebut. Namun, jalannya laga berlangsung lebih ketat daripada yang tercermin pada papan skor.
Yordania mampu mengimbangi permainan tim asuhan Ralf Rangnick dalam banyak fase pertandingan. Bahkan, Al-Nashama sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Ali Olwan setelah menerima umpan matang dari Noor Al Rawabdeh.
Gol tersebut memiliki arti khusus karena menjadi gol pertama Yordania sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia FIFA. Ribuan pendukung yang memenuhi stadion pun menyambut momen bersejarah itu dengan antusias.
Peluang Terbuang Jadi Titik Balik
Harapan Yordania untuk mencuri poin mulai memudar ketika gol bunuh diri pada menit ke-76 mengubah arah pertandingan. Situasi semakin sulit setelah Austria memperoleh penalti pada menit-menit akhir yang memastikan kemenangan 3-1.
Meski demikian, Yordania sebenarnya menciptakan sejumlah peluang berbahaya sepanjang laga. Beberapa kesempatan emas yang gagal dimaksimalkan menjadi faktor utama yang membedakan hasil akhir kedua tim.
“Kami tidak memanfaatkan peluang yang kami miliki dengan maksimal,” ujar Noor Al Rawabdeh kepada FIFA seusai pertandingan.
“Pada babak pertama, kami melewatkan tiga peluang emas untuk mencetak gol, tetapi kami memetik pelajaran penting dari pertandingan ini.”
Menurut gelandang tersebut, efektivitas menjadi kunci dalam pertandingan level tertinggi seperti Piala Dunia.
“Dalam pertandingan besar, Anda mungkin hanya mendapatkan tiga atau empat peluang, dan Anda harus memanfaatkannya. Pada akhirnya, kami sudah memberikan segalanya. Ini adalah pertandingan pertama kami di Piala Dunia FIFA dan kami bangga kepada para suporter yang datang ke stadion hari ini. Saya berharap kami bisa membuat mereka bahagia pada pertandingan berikutnya,” katanya.
Dukungan Besar dari Amman
Antusiasme terhadap debut Yordania di Piala Dunia tidak hanya terlihat di Amerika Serikat. Di ibu kota Amman, ribuan suporter berkumpul di Roman Theatre untuk menyaksikan laga bersejarah tersebut.
Keramaian bahkan meluas hingga area Hashemite Plaza yang berada di sekitar lokasi. Sejak beberapa jam sebelum kick-off, hampir seluruh ruang yang tersedia telah dipenuhi para pendukung Al-Nashama.
Atmosfer tersebut menjadi bukti besarnya harapan publik Yordania terhadap penampilan pertama tim nasional mereka di panggung sepak bola dunia.
Fokus Hadapi Aljazair dan Argentina
Setelah pertandingan bersejarah itu berlalu, Yordania kini mengalihkan perhatian ke dua laga tersisa di Grup J. Mereka akan menghadapi Aljazair pada 22 Juni di San Francisco Bay Area Stadium sebelum menantang juara bertahan dunia Argentina pada 27 Juni di Dallas Stadium.
Al Rawabdeh menilai pengalaman menghadapi Austria memberi pelajaran penting bagi timnya.
“Austria memiliki pengalaman yang lebih banyak dibanding kami di turnamen besar, dan pengalaman itu terlihat dalam penyelesaian akhir mereka,” ujarnya.
“Namun kami belajar dari pengalaman ini, kami berhasil mengatasi rasa takut dan melepaskan tekanan yang datang pada pertandingan pertama. Itu berarti pertandingan berikutnya akan lebih kami nikmati.”
Pandangan serupa disampaikan bek Mohammad Abualnadi. Ia menyebut tampil di laga perdana Piala Dunia sudah menjadi pencapaian besar bagi sepak bola Yordania.
“Ini adalah pencapaian yang luar biasa bagi kami. Sekarang kami menatap apa yang akan datang berikutnya di turnamen ini,” kata Abualnadi.
Ia juga menilai kekalahan tersebut ditentukan oleh detail-detail kecil yang gagal dimanfaatkan timnya.
“Detail-detail kecil menjadi alasan kami kalah hari ini. Kami memiliki beberapa peluang mudah pada babak pertama yang gagal kami manfaatkan. Yang harus kami lakukan sekarang adalah tetap fokus, memperbaiki kesalahan, dan meningkatkan performa dari sini. Kami berharap bisa meraih apa yang kami inginkan pada pertandingan berikutnya.”
Dengan pengalaman berharga dari laga pertama, Al-Nashama kini bertekad bangkit untuk menjaga peluang lolos dari Grup J Piala Dunia FIFA 2026. (*/red)






