Bogor, Javanusa—Semen Padang FC gagal membawa pulang poin setelah Persikad Depok mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-90+5.
Kekalahan 2-1 ini sekaligus menandai debut pahit Stefano Cugurra sebagai pelatih kepala Kabau Sirah di Liga 2 2026/2027.
Bertanding di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (11/10/2026), Semen Padang FC sempat memimpin pada babak pertama. Namun, Persikad Depok bangkit setelah turun minum dan membalikkan keadaan melalui dua gol pada paruh kedua.
Hasil ini membuat Semen Padang FC tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Grup A dengan enam poin. Sebaliknya, Persikad Depok naik ke posisi kedua setelah mengoleksi 12 poin.
Gol A. Slamat Bawa Semen Padang FC Unggul
Semen Padang FC memulai pertandingan dengan cukup baik. Tim tamu memecah kebuntuan pada menit ke-38 melalui A. Slamat yang menuntaskan umpan M. Hargianto.
Gol tersebut membawa Kabau Sirah unggul 1-0 hingga turun minum. Keunggulan ini memberi Semen Padang FC peluang untuk mengendalikan pertandingan sebelum Persikad Depok meningkatkan tekanan.
Tuan rumah berupaya mengubah jalannya laga sejak babak pertama. Pada menit ke-34, Persikad memasukkan P. Al Mudzaki untuk menggantikan G. Alviqi.
Persikad Depok juga menghadapi persoalan disiplin pemain. J. E. Mena Perez menerima kartu kuning pada menit ke-14, disusul S. Tuakia pada menit ke-21.
Meski tertinggal, Persikad tetap berusaha mencari celah di lini pertahanan Semen Padang FC. Upaya tersebut berlanjut setelah kedua tim memasuki babak kedua.
Persikad Depok Samakan Skor pada Menit ke-64
Persikad Depok melakukan pergantian pemain pada awal babak kedua dengan memasukkan F. Ardiansyah untuk menggantikan R. Saputra. Perubahan ini menjadi bagian dari upaya tuan rumah meningkatkan tekanan terhadap pertahanan Kabau Sirah.
Tekanan Persikad akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64. F. Ardiansyah mencetak gol penyama kedudukan yang mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut membuat pertandingan kembali terbuka. Kedua tim kemudian berusaha menciptakan peluang untuk merebut keunggulan.
Semen Padang FC juga menghadapi tekanan yang lebih besar setelah kehilangan keunggulan. A. Pangestu menerima kartu kuning pada menit ke-62 ketika pertandingan berlangsung semakin ketat.
Hingga akhir waktu normal, kedua tim belum mampu mengubah skor imbang. Namun, pertandingan belum benar-benar berakhir bagi Persikad Depok.
Gol Jhon Mena pada Menit 90+5 Pastikan Kemenangan
Drama terjadi pada masa tambahan waktu babak kedua. Jhon Mena mencetak gol pada menit ke-90+5 yang membawa Persikad Depok berbalik unggul 2-1.
Gol tersebut langsung menjadi penentu kemenangan tuan rumah. Persikad berhasil mengamankan tiga poin setelah sempat tertinggal sepanjang babak pertama.
Sebaliknya, Semen Padang FC harus menerima kekalahan meski sempat berada di atas angin. Kabau Sirah gagal menjaga konsentrasi dan mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Hasil ini menjadi pukulan bagi Semen Padang FC, terutama karena laga tersebut merupakan pertandingan perdana Stefano Cugurra sebagai pelatih kepala tim.
Statistik Serangan Persikad Depok Lebih Unggul
Data pertandingan menunjukkan Persikad Depok unggul dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan. Tuan rumah mencatatkan penguasaan bola sebesar 54 persen, sedangkan Semen Padang FC memperoleh 46 persen.
Persikad juga melepaskan 12 tembakan sepanjang pertandingan. Sementara itu, Semen Padang FC menghasilkan delapan percobaan ke arah gawang.
Perbedaan terlihat lebih jelas pada jumlah tembakan tepat sasaran. Persikad Depok membukukan enam tembakan tepat sasaran, sedangkan Kabau Sirah hanya mencatatkan dua.
Meski demikian, kedua tim sama-sama menghasilkan enam tembakan melenceng. Statistik tersebut memperlihatkan keunggulan Persikad dalam volume serangan dan akurasi tembakan.
Namun, efektivitas pada momen krusial menjadi pembeda utama. Gol Jhon Mena pada masa tambahan waktu memastikan Persikad keluar sebagai pemenang.
Klasemen Grup A dan Evaluasi Semen Padang FC
Kekalahan ini membuat Semen Padang FC masih berada di peringkat kelima klasemen sementara Grup A Liga 2 2026/2027. Kabau Sirah mengumpulkan enam poin, sedangkan Persikad Depok naik ke posisi kedua dengan koleksi 12 poin.
Bagi Stefano Cugurra, hasil tersebut menjadi bahan evaluasi awal dalam membenahi performa tim. Semen Padang FC perlu memperbaiki konsistensi permainan, terutama ketika menghadapi tekanan lawan pada babak kedua.
Kegagalan mempertahankan keunggulan juga menjadi catatan penting bagi Kabau Sirah. Tim harus mampu menjaga organisasi pertahanan dan fokus hingga wasit meniup peluit akhir.
Meski mengawali era kepelatihan Stefano Cugurra dengan kekalahan, Semen Padang FC masih memiliki kesempatan memperbaiki posisi di klasemen. Performa pada pertandingan berikutnya akan menjadi ujian bagi Kabau Sirah untuk bangkit dan kembali meraih poin. (*)






