Padang, Javanusa—Sebanyak delapan jurnalis bergabung dengan AJI Padang setelah dikukuhkan sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang. Pengukuhan berlangsung di Sekretariat AJI Padang, Kota Padang, Minggu (28/12/2025) malam.
Anggota baru AJI Padang berasal dari berbagai latar belakang media, mulai dari media arus utama, media alternatif, jurnalis lepas, hingga pers mahasiswa. Kehadiran mereka memperkuat regenerasi jurnalis independen di Sumatera Barat.
Delapan jurnalis yang resmi bergabung tersebut adalah Abdul Latif (Langgam.id), Muhammad Iqbal (TribunPadang.com), dan Arif Ramanda (TribunPadang.com). Selain itu, terdapat Muhammad Ghafar dan Mona Triana yang berstatus jurnalis freelance.
Anggota lainnya ialah Farhan Rakmil (Roehana Project), Irvan Mufadhdhal Zulis (pers mahasiswa), serta Pricilia Mutiarani (pers mahasiswa). Keberagaman latar belakang ini mencerminkan inklusivitas AJI Padang.
Proses Kaderisasi AJI Padang Berlangsung Delapan Bulan
Ketua AJI Padang, Novia Harlina, menjelaskan penerimaan anggota baru melalui proses kaderisasi ketat selama kurang lebih delapan bulan. Tahapan dimulai dari pengumuman, pendaftaran, seleksi administrasi, wawancara, pembekalan, hingga pemantauan.
“Pendaftaran dimulai pada Mei 2025 dengan 13 pendaftar. Setelah melalui seluruh tahapan, delapan orang dinyatakan lolos dan resmi bergabung,” kata Novia.
Regenerasi dan Penguatan Tri Panji AJI
Novia menegaskan, penerimaan anggota baru tidak sekadar menambah jumlah keanggotaan. Proses ini menjadi bagian dari regenerasi organisasi dan penguatan nilai-nilai jurnalisme independen.
Menurutnya, anggota baru diharapkan membawa energi segar untuk menjaga Tri Panji AJI, yakni mengawal kemerdekaan pers, menjaga profesionalisme, dan memperjuangkan kesejahteraan jurnalis.
“Setiap anggota membawa komitmen untuk menjaga marwah profesi jurnalistik di tengah tantangan yang semakin kompleks,” ujarnya.
AJI Padang sebagai Ruang Belajar dan Advokasi Jurnalis
AJI Padang, lanjut Novia, berperan sebagai ruang belajar, solidaritas, dan advokasi bagi jurnalis di Sumatera Barat. Organisasi ini aktif mendorong peningkatan kapasitas, membangun jejaring, serta memberikan perlindungan bagi jurnalis.
Pendampingan tersebut menjadi penting, terutama bagi jurnalis yang menghadapi intimidasi atau ancaman saat menjalankan tugas jurnalistik.
Anggota Baru Siap Jalankan Komitmen Jurnalisme Independen
Salah seorang anggota baru, Arif Ramanda, menyatakan kesiapan memperjuangkan Tri Panji AJI. Ia menilai proses kaderisasi memberikan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai AJI.
“Saya berkomitmen untuk terus mengawal Tri Panji AJI. Sejak awal proses, kami sudah dilatih menjaga nilai-nilai tersebut,” ujarnya.
Senada, Irvan Mufadhdhal Zulis dari pers mahasiswa mengaku bersyukur dapat bergabung dan melihat AJI Padang sebagai ruang tumbuh bagi jurnalis muda.
“Ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kapasitas, memperluas relasi, dan berkembang sebagai jurnalis,” katanya. (*/red)






