Padang, Javanusa—Pemko Padang menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengembangkan infrastruktur pasar tradisional melalui program revitalisasi yang komprehensif.
Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada Pasar Raya sebagai pusat perdagangan, tetapi juga mencakup pengembangan sembilan pasar rakyat yang tersebar di berbagai kecamatan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Syahendri Barkah, menjelaskan pentingnya pengembangan pasar-pasar satelit seperti Pasar Lubuk Buaya, Ulak Karang, Nanggalo, Tanah Kongsi, Belimbing, Simpang Haru, Bandar Buat, dan Pasar Alai.
“Pengembangan ini bertujuan menciptakan pusat perbelanjaan yang nyaman di setiap wilayah, sehingga warga tidak perlu menempuh jarak jauh ke Pasar Raya,” jelasnya.
Baca Juga: Optimal Lindungi Konsumen, Pemko Padang Raih 3 Penghargaan dari Kemendag RI
Dalam periode lima tahun terakhir, empat pasar telah mengalami pembenahan menyeluruh, termasuk Pasar Belimbing, Ulak Karang, Tanah Kongsi, dan Lubuk Buaya. Rencana revitalisasi akan berlanjut pada 2025 dengan fokus pada Pasar Ulak Karang, didukung anggaran Rp1 miliar.
Prestasi signifikan juga dicapai dalam standardisasi pasar, dengan Pasar Alai dan Tanah Kongsi telah meraih sertifikasi SNI. Bahkan, Pasar Tanah Kongsi berhasil mendapatkan pengakuan khusus dari Kementerian Perdagangan RI tahun ini. Syahendri menegaskan komitmen untuk menambah jumlah pasar bersertifikasi SNI setiap tahunnya.
Upaya perlindungan konsumen juga menjadi prioritas melalui program tera ulang alat ukur bulanan. Keseriusan ini membuahkan hasil dengan diraihnya tiga penghargaan dari Kementerian Perdagangan RI, meliputi kategori Daerah Tertib Ukur, Pasar Tertib Ukur, dan Pasar ber-SNI untuk Pasar Tanah Kongsi. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Pj Wali Kota Padang, Andree Algamar.
Menurutnya, Pemko Padang bertekad mewujudkan ekosistem pasar tradisional yang modern dan berdaya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (*/jn01)






