Padang, Javanusa—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang memperpanjang masa pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP, setelah gangguan teknis menghambat akses masyarakat pada hari pertama pelaksanaan.
Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan seluruh calon peserta didik tetap memperoleh kesempatan yang sama dalam proses pendaftaran.
Selain menambah waktu pendaftaran, Disdikbud juga mereset seluruh data yang masuk pada hari pertama saat sistem mengalami kendala.
Kepala Disdikbud Kota Padang, Yopi Krislova, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi pada Senin (22/6/2026).
“Kami dari Disdikbud Padang memohon maaf karena khusus hari pertama SPMB SMP kemarin sempat ada sedikit gangguan (error). Sehingga sistem baru bisa diakses normal pada pukul 12.00 WIB,” ujar Yopi saat memberikan keterangan di Kantor Disdikbud Padang, Selasa (23/6/2026).
Pendaftaran Diperpanjang hingga 25 Juni
Menurut Yopi, Disdikbud segera melakukan evaluasi bersama Wali Kota Padang, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, serta tim teknis Dapodik setelah menerima banyak laporan terkait kepadatan sistem.
Hasil evaluasi tersebut menghasilkan keputusan untuk memperpanjang jadwal pendaftaran SPMB SMP. Semula pendaftaran dijadwalkan berakhir pada Rabu, 24 Juni 2026 pukul 12.00 WIB.
“Namun, agar tidak merugikan masyarakat, waktu pendaftaran resmi kami perpanjang hingga Kamis, 25 Juni 2026 pukul 00.00 WIB,” tegasnya.
Disdikbud berharap tambahan waktu tersebut dapat dimanfaatkan calon siswa dan orang tua untuk menyelesaikan proses pendaftaran tanpa tekanan akibat gangguan sistem yang terjadi sebelumnya.
Data Hari Pertama Di-reset
Selain memperpanjang waktu pendaftaran, Disdikbud juga memutuskan menghapus seluruh data yang masuk pada hari pertama pelaksanaan.
Yopi menjelaskan, sekitar 8.000 calon peserta didik sempat menginput data saat sistem mengalami gangguan. Untuk menjaga validitas data dan menghindari kesalahan penempatan jalur pendaftaran, seluruh data tersebut harus diulang.
“Bagi masyarakat yang kemarin sudah mendaftar, kami lakukan reset. Kami mengimbau orang tua untuk mendaftar kembali. Akun yang digunakan tetap sama, tinggal masuk kembali dan melakukan proses pendaftaran ulang,” jelasnya.
Langkah ini diambil setelah tim menemukan sejumlah potensi kesalahan input yang dipicu kepanikan pengguna saat sistem tidak berjalan normal.
Orang Tua Diminta Cermat Memilih Jalur
Disdikbud juga mengingatkan orang tua agar lebih teliti dalam menentukan jalur pendaftaran yang sesuai dengan kondisi calon siswa.
Yopi mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa kasus salah memilih jalur karena orang tua terburu-buru saat mengakses sistem.
Bahkan terdapat calon siswa yang sebenarnya berpeluang besar melalui jalur domisili, namun justru memilih jalur prestasi.
“Kami imbau kepada orang tua murid agar tetap tenang, jangan terlalu cemas, dan jangan terburu-buru. Siasati dengan baik, lihat nilai anak, lalu sesuaikan apakah lebih berpeluang masuk lewat jalur domisili, prestasi, afirmasi, atau perpindahan orang tua,” katanya.
Gangguan Hanya Terjadi pada SPMB SMP
Disdikbud memastikan kebijakan perpanjangan waktu dan reset data hanya berlaku untuk proses SPMB tingkat SMP.
Untuk jenjang SD, pelaksanaan pendaftaran tetap berjalan sesuai jadwal tanpa kendala berarti dan akan ditutup pada 24 Juni 2026. Sementara itu, pendaftaran jalur masyarakat luar kota berakhir pada Selasa (23/6/2026).
Saat ini, tim teknis terus melakukan optimalisasi pada sistem agar layanan pendaftaran tetap stabil hingga masa pendaftaran berakhir.
Berdasarkan hasil analisis, lonjakan trafik menjadi penyebab utama terjadinya kepadatan sistem. Dalam waktu singkat, lebih dari 6.000 pengguna mengakses laman SPMB secara bersamaan.
“Prinsipnya kita ingin perbaiki ini semua. Komitmen kami adalah tidak ada anak yang tidak sekolah, dan jangan sampai ada masyarakat yang kecewa karena terkendala sistem,” pungkas Yopi. (*/red)





