Pessel, Javanusa—Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan dalam beberapa hari terakhir menyisakan dampak serius bagi warga di sejumlah nagari.
Akses yang terputus, rumah terendam, serta terbatasnya ketersediaan logistik membuat kebutuhan bantuan mendesak semakin tinggi.
Di tengah situasi tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Sumbar turun langsung menyalurkan bantuan ke wilayah yang terdampak paling parah.
Penyaluran bantuan dilakukan ke titik-titik bencana sesuai instruksi Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, yang meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat memperkuat penanganan tanggap darurat di lapangan.
Sekretaris Diskominfotik Sumbar, Oni Fajar, memimpin tim yang membawa bantuan berupa bahan pangan dan sembako yang dihimpun dari BPBD Sumbar. Bantuan tersebut disalurkan kepada warga di Kampung Tarandam Koto Rawang, Nagari Lakitan Timur, Kecamatan Lengayang, pada Rabu (10/12) sore.
“Ini tindak lanjut instruksi Gubernur agar perangkat daerah proaktif membantu masyarakat terdampak. Kami tidak hanya mengantar bantuan, tapi memastikan seluruh paket benar-benar diterima warga yang membutuhkan,” ujar Oni Fajar.
Ia menyebut masih banyak lokasi yang membutuhkan dukungan tambahan karena akses yang sulit dijangkau dan kondisi cuaca yang tidak stabil. Hal itu membuat tahap tanggap darurat perlu dioptimalkan dengan penguatan distribusi logistik dan pemetaan kebutuhan warga.
“Masih banyak daerah yang belum tersentuh karena aksesnya terputus. Kami memaksimalkan seluruh upaya agar bantuan bisa menjangkau mereka secepat mungkin,” tambahnya.
Pj Wali Nagari Lakitan Timur, Ingrila, S.Sos., M.AP, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Pemprov Sumbar melalui Diskominfotik.
Ia menjelaskan bahwa warga kini menghadapi situasi yang tidak mudah akibat bencana yang merusak permukiman dan mengganggu aktivitas harian.
“Kami sangat terbantu dengan bantuan ini. Kondisi masyarakat memang sedang berat, dan dukungan seperti ini sangat berarti,” ungkap Ingrila.
Selain kebutuhan warga, ia juga menyoroti kondisi kantor pemerintahan nagari yang berada di lokasi rawan. Bangunan tersebut berdiri di tepi saluran primer irigasi Batang Lengayang yang kerap meluap saat hujan deras.
“Setiap musim hujan, risiko kerusakan semakin besar. Bangunan ini sudah tidak layak untuk pelayanan publik. Kami berharap adanya pembangunan kantor baru di lokasi yang lebih aman,” katanya.
Diskominfotik Sumbar memastikan komitmennya untuk melanjutkan dukungan terhadap kebutuhan darurat di Pesisir Selatan, termasuk koordinasi lanjutan terkait fasilitas pelayanan publik yang terdampak bencana. (sus)






