Dorong Daya Saing Ekspor, RI-Jerman Perkuat Infrastruktur Mutu Industri Nasional

Penulis -

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Penguatan infrastruktur mutu industri nasional menjadi fokus kerja sama Indonesia dan Jerman guna meningkatkan daya saing produk manufaktur di pasar global.

Komitmen itu mengemuka dalam 3rd High-Level Indonesian-German Annual Meeting on Quality Infrastructure yang berlangsung di Jakarta, Kamis (7/5).

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) terus memperkuat kolaborasi internasional untuk mendukung peningkatan daya saing industri nasional.

Langkah tersebut diwujudkan melalui forum bilateral yang membahas pengembangan sistem Quality Infrastructure atau infrastruktur mutu.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Jerman di bidang infrastruktur mutu.

Sistem tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan industri nasional yang kompetitif, adaptif, dan berorientasi ekspor.

Pertemuan itu dihadiri perwakilan pemerintah Indonesia dan Jerman, lembaga standardisasi, akreditasi, metrologi, asosiasi industri, pelaku usaha, serta mitra strategis dari kedua negara. Delegasi Jerman dipimpin Ole Janssen dari Federal Ministry for Economic Affairs and Energy (BMWE). Sementara itu, Kepala BSKJI Kemenperin Emmy Suryandari membuka kegiatan tersebut.

Infrastruktur Mutu Perkuat Daya Saing Industri

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan penguatan sistem infrastruktur mutu menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri nasional di tengah dinamika perdagangan global dan transformasi industri berbasis digital.

“Kerja sama Indonesia dan Jerman di bidang Quality Infrastructure diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri nasional agar semakin kompetitif, adaptif terhadap perkembangan regulasi global, serta mampu memperluas akses pasar ekspor, khususnya ke kawasan Eropa,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/5).

Menperin menambahkan, infrastruktur mutu menjadi fondasi penting dalam menciptakan industri nasional yang mampu memenuhi standar global. Sistem tersebut juga memperkuat kepercayaan pasar internasional terhadap produk manufaktur Indonesia.

Baca Juga :  Teknologi Baru Pengolahan Air Baku dan Air Limbah Siap Masuk Kawasan Industri

Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan standardisasi, penilaian kesesuaian, dan transformasi digital dalam sistem infrastruktur mutu. Langkah tersebut dinilai penting agar industri nasional semakin siap menghadapi persaingan global.

Sementara itu, Kepala BSKJI Emmy Suryandari menegaskan infrastruktur mutu memiliki peran strategis dalam mendukung daya saing industri nasional, perlindungan konsumen, peningkatan akses pasar internasional, serta transformasi industri berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan sinergi Indonesia dan Jerman dalam menghadapi tantangan global, termasuk harmonisasi regulasi teknis dan transformasi digital industri.

Fokus Kerja Sama Indonesia-Jerman

Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut ialah penandatanganan Work Plan kerja sama Indonesia–Jerman periode 2026–2027.

Kesepakatan itu menjadi bentuk komitmen kedua negara dalam melanjutkan kolaborasi strategis di bidang infrastruktur mutu.

Dalam forum tersebut, terdapat tiga isu strategis yang menjadi fokus pembahasan. Sesi pertama membahas harmonisasi sistem Quality Infrastructure dalam kerangka Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I–EU CEPA).

Pembahasan itu mencakup peluang peningkatan akses pasar melalui penguatan standar dan penilaian kesesuaian.

Selanjutnya, sesi kedua mengangkat penguatan keselamatan dan kualitas produk melalui standardisasi. Forum juga membahas peran standardisasi nasional, kesesuaian dengan sistem internasional, serta pentingnya keterlibatan lembaga penilaian kesesuaian dalam mendukung regulasi dan meningkatkan kepercayaan pasar.

Digitalisasi Infrastruktur Mutu

Sesi ketiga menyoroti digitalisasi infrastruktur mutu, khususnya kesiapan Indonesia menghadapi implementasi Digital Product Passport (DPP) Uni Eropa.

Diskusi mencakup konteks kebijakan DPP, inisiatif digitalisasi Quality Infrastructure, serta contoh implementasi DPP di sektor industri.

Melalui forum ini, Indonesia dan Jerman berharap dapat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sistem infrastruktur mutu yang modern, adaptif, dan terintegrasi secara global. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung daya saing industri nasional sekaligus memperluas akses pasar internasional.

Baca Juga :  Kejar Target Produksi 1 Juta Barel per Hari, Menteri Bahlil Tawarkan 118 WK Migas Potensial

Pada penutupan acara, Emmy Suryandari menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jerman, BMWE, GIZ, dan seluruh mitra strategis yang telah mendukung penguatan sistem Quality Infrastructure di Indonesia.

Ia berharap kerja sama kedua negara terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi serta industri pada masa depan. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:28 WIB

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru