Padang Panjang, Javanusa—Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri, meninjau stand dalam Festival Literasi, Minggu (27/7/2025), di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM).
Peninjauan ini sekaligus menjadi langkah konkret mendorong pelaku UMKM agar terus berinovasi dan meningkatkan daya saing.
Dalam kunjungannya, Ny. Maria didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), Ny. Sri Hindayani Sonny, serta sejumlah pejabat terkait.
Mereka menyusuri satu per satu stand yang menampilkan berbagai kreativitas masyarakat. Stand-stand tersebut berasal dari pelajar, organisasi perangkat daerah (OPD), kelurahan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Ny. Maria tidak hanya mengamati produk yang dipamerkan, tetapi juga aktif berdialog dengan para pelaku usaha. Ia memberi motivasi dan saran agar para pelaku UMKM tidak cepat puas dengan pencapaian saat ini.
“Produk kita sudah bagus, tapi jangan berhenti di situ. Terus perbaiki kemasan, jaga kualitas rasa, dan manfaatkan media sosial untuk promosi. Kualitas adalah kunci agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” pesan Ny. Maria.
Apresiasi Kerajinan dan Potensi Ekonomi Kreatif
Rombongan juga mengunjungi stand yang menampilkan kerajinan seperti batik, songket, serta kegiatan merajut. Ny. Maria bahkan mencoba langsung teknik dasar merajut sambil berbincang akrab dengan para perajin.
Ia mengapresiasi keragaman produk lokal yang ditampilkan dalam festival tersebut. Menurutnya, potensi besar ekonomi kreatif di Padang Panjang perlu terus dikembangkan dengan dukungan semua pihak.
“Keberadaan UMKM dalam festival ini menunjukkan sinergi menarik antara budaya literasi dan penguatan ekonomi kerakyatan. Ini harus terus kita dorong,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ny. Maria menegaskan peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Dekranasda dalam mendukung pelaku usaha kreatif lokal.
Festival ini, menurutnya, menjadi contoh bagaimana geliat literasi dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan di tengah masyarakat. (*/red)






