Padang, Javanusa—Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan keberagaman suku, agama, dan ras di Padang merupakan potensi sosial bagi pembangunan daerah, termasuk dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana.
Pernyataan itu disampaikan saat membuka program kolaboratif “Selasar Hangat Lintas Agama x Joyful Ramadan” di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang, Kamis (12/3/2026).
Menurut Fadly, kondisi masyarakat yang majemuk dapat menjadi kekuatan untuk memperkuat solidaritas sosial, terutama setelah bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang.
“Perbedaan bukan hambatan, tetapi potensi. Momentum Ramadan juga menjadi ruang untuk memperkuat dukungan bagi warga yang masih berada di pengungsian,” ujarnya.
Ia menambahkan, stabilitas kerukunan antarumat beragama menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan visi pembangunan kota berbasis smart city. Pemerintah kota juga berencana mempertemukan para tokoh agama dalam sebuah forum dialog.
Salah satu agenda yang direncanakan adalah kegiatan “Malam Keberagaman” yang akan digelar pada peringatan hari jadi Kota Padang pada Agustus mendatang sebagai ruang diskusi lintas agama.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Padang, Edy Otaviandi, menjelaskan bahwa program “Selasar Hangat Lintas Agama x Joyful Ramadan” bertujuan menghadirkan suasana Ramadan yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat luas.
Menurut Edy, kegiatan tersebut juga disertai sejumlah program layanan keagamaan dan sosial, seperti dukungan mudik Lebaran di rumah ibadah lintas jalur, tadarus Al-Qur’an secara daring, serta bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor.
Apresiasi terhadap upaya memperkuat kerukunan juga disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Padang, Salmadanis.
Ia menyebut posisi Kota Padang dalam Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) meningkat hingga berada di peringkat kelima secara nasional.
“Perubahan ini menunjukkan adanya peningkatan harmonisasi antarumat beragama di Kota Padang,” katanya.
Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Agama Kota Padang tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.
Program ini didukung oleh Baznas Kota Padang, sejumlah lembaga amil zakat (LAZ), serta lembaga filantropi lainnya. (*/red)






