Padang, Javanusa—Wali Kota Padang Fadly Amran meminta Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX memperkuat peran adat sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah dalam menjawab persoalan sosial masyarakat.
Hal itu disampaikan Fadly saat melantik dan mengukuhkan Pengurus KAN Pauh IX periode 2026–2031 di halaman Kantor KAN Pauh IX, Sabtu (3/10/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Musdafirman Datuak Rajo Diguci dipercaya sebagai Ketua KAN Pauh IX. Posisi Sekretaris dijabat Muzalif Toben Datuak Rajo Lelo, sedangkan Edijon Datuak Rajo Perak menjadi Bendahara.
Fadly Amran menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dikukuhkan. Ia berharap KAN Pauh IX dapat berperan aktif mendukung pembangunan Kota Padang.
Menurut Fadly, sinergi antara lembaga adat dan pemerintah penting untuk memastikan program pembangunan menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Visi kita adalah menggerakkan segala potensi untuk mewujudkan Kota Padang sebagai kota pintar (smart city), sehat, berlandaskan agama dan budaya menuju kota maju dan sejahtera. Esensi dari visi ini adalah kolaborasi dan sinergi,” ujar Fadly.
Ia menjelaskan, Pemko Padang bersama DPRD Kota Padang telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Minangkabau.
Fadly menilai regulasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaan lembaga adat. Perda itu juga diarahkan untuk memperkuat pelestarian nilai-nilai budaya Minangkabau di tengah perkembangan masyarakat.
“Melalui Progul Sinergi Nagari, kita telah melahirkan penguatan adat. Kami berharap implementasi Perda ini dapat dilakukan oleh KAN melalui program-program unggulan yang disusun dengan bersinergi bersama Pemerintah Kota Padang,” katanya.
KAN Pauh IX Soroti Persoalan Sosial Generasi Muda
Ketua KAN Pauh IX Musdafirman Datuak Rajo Diguci menegaskan bahwa lembaga adat harus hadir dalam kehidupan masyarakat. KAN, kata dia, tidak boleh hanya menjalankan fungsi kelembagaan, tetapi juga perlu menjawab persoalan yang berkembang di tengah anak kemenakan.
Salah satu prinsip yang menjadi arah kepengurusan KAN Pauh IX ialah penerapan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita adalah masyarakat Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Kita ingin falsafah ini tidak hanya indah di mulut dan indah diucapkan, tetapi harus kita nyatakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Musdafirman.
Ia juga menyoroti sejumlah persoalan sosial yang dapat memengaruhi perkembangan generasi muda. Kenakalan remaja, tawuran, serta berbagai persoalan sosial lainnya menjadi tantangan yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Karena itu, KAN Pauh IX akan mendorong peran lembaga adat agar semakin dekat dengan masyarakat dan anak kemenakan.
Dukung Program Smart Surau
Musdafirman juga menyatakan kesiapan KAN Pauh IX untuk mendukung program pembangunan Pemerintah Kota Padang. Dukungan tersebut terutama diarahkan pada program yang berkaitan langsung dengan kehidupan sosial dan pembinaan generasi muda.
“Kami juga akan mendukung secara penuh dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Padang dalam menyukseskan program pembangunan, khususnya yang menyentuh kehidupan sosial masyarakat, seperti Smart Surau dalam memperkuat nilai-nilai syarak dan pendidikan agama bagi generasi muda,” katanya.
Pelantikan pengurus KAN Pauh IX turut dihadiri Kepala Bapenda Provinsi Sumbar Al-Amin yang mewakili Gubernur, Anggota DPRD Padang Zalmadi, serta Kakan Kemenag Kota Padang Yasril.
Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, Ketua MPA KAN Pauh IX Irwan Basir, dan Ketua Dewan Pembina KAN Pauh IX Irwan Zuldani.
Sejumlah unsur lainnya juga hadir, termasuk perwakilan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, unsur Forkopimca Kecamatan Kuranji, stakeholder terkait, serta tamu undangan lainnya. (*)






