Padang, Javanusa—Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau sejumlah proyek pembangunan jalan dan drainase di Kota Padang, Jumat (30/10/2026).
Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mempercepat penyelesaian proyek agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, Fadly Amran mengapresiasi progres pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan.
Ia juga memastikan berbagai pekerjaan tersebut tetap mengikuti perencanaan yang telah ditetapkan.
Sejumlah lokasi menjadi sasaran peninjauan. Di antaranya Jalan Lingkar Limau Manis menuju Universitas Andalas (Unand), kawasan Jembatan Batu Busuk, akses menuju Hunian Tetap (Huntap) Sungkai, serta drainase di kawasan Pasar Ambacang.
Pembangunan Jalan Lingkar Limau Manis Capai 54 Persen
Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri menjelaskan, pembangunan Jalan Lingkar Limau Manis memiliki panjang sekitar 4 kilometer.
Proyek dengan anggaran kurang lebih Rp8 miliar tersebut kini mencapai progres 54 persen.
Selain pembangunan badan jalan, pekerjaan ini juga mencakup pembuatan dinding penahan tebing atau turap. Infrastruktur tersebut berfungsi menjaga kestabilan badan jalan.
Menurut Malvi, Jalan Lingkar Limau Manis menjadi salah satu jalur alternatif untuk mengurai kemacetan.
Perbaikan akses ini juga menindaklanjuti permintaan Universitas Andalas agar mobilitas masyarakat, terutama menuju rumah sakit, semakin lancar.
Penanganan Infrastruktur di Kawasan Batu Busuk
Selanjutnya, Dinas PUPR menangani sejumlah titik infrastruktur di kawasan Batu Busuk.
Pekerjaan meliputi perbaikan jalan dari Simpang Batu Busuk menuju jembatan sepanjang sekitar 600 meter.
Petugas juga menangani oprit jembatan, membangun turap, serta memperbaiki akses jalan sepanjang kurang lebih 120 meter. Penanganan turut menyasar ruas jalan di kawasan Kampung Tanjung.
Secara keseluruhan, panjang penanganan infrastruktur di kawasan tersebut mencapai sekitar 1,8 kilometer.
Betonisasi Jalan Menuju Huntap Sungkai
Di kawasan Huntap Sungkai, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas PUPR melaksanakan betonisasi jalan sepanjang kurang lebih 850 meter.
Pembangunan ini bertujuan meningkatkan kualitas akses menuju kawasan hunian tetap. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah.
Sementara itu, pekerjaan drainase menyasar sisi kiri dan kanan Jalan Dr. Moh. Hatta. Total panjang penanganannya mencapai sekitar 1,2 kilometer.
Malvi Hendri menyebutkan, perbaikan tersebut diperlukan karena sebagian saluran drainase mengalami kerusakan. Beberapa titik juga tertutup bangunan masyarakat sehingga menghambat fungsi saluran air.
Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Dilakukan Terpadu
Fadly Amran menjelaskan, pembangunan dan perbaikan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang memperkuat penanganan pascabencana.
Menurutnya, pemulihan infrastruktur perlu berjalan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan langkah pengurangan risiko bencana.
“Kami meminta Dinas PUPR Kota Padang agar mempercepat penyelesaian seluruh pekerjaan ini. Dengan begitu, akses masyarakat dapat segera menjadi lebih baik dan infrastruktur yang dibangun bisa mendukung upaya penanggulangan bencana secara berkelanjutan,” ujar Fadly.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas pemerintahan dalam menangani bencana. Kolaborasi tersebut perlu melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kota, serta seluruh elemen terkait.
“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan pengendalian dan penanganan secara terpadu, dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kota, serta seluruh elemen terkait. Kita harus bergerak bersama agar penanganan dan pemulihan dapat berjalan berkesinambungan,” katanya.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut, anggota DPRD Kota Padang Rafdi, Kepala Dinas PUPR Malvi Hendri, dan Camat Pauh Yandry. (*)






